BEKASI.POJOKSATU.ID - Perumda Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi bergerak cepat mengejar ketertinggalan layanan air bersih dengan mengaktifkan kembali Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tambun Utara yang sempat mati selama lima bulan.

Reaktivasi ini menjadi langkah krusial untuk memulihkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya warga Kecamatan Tambun Utara, yang sebelumnya terdampak gangguan suplai air bersih.

Direktur Utama Perumda Tirta Bhagasasi, Reza Lutfi Hasan, menegaskan bahwa reaktivasi IPA Tambun Utara merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Baca Juga: Aktivitas Belajar Terhenti, SDN Srimukti 01 Jadi Tempat Bertahan Warga Banjir

Instalasi yang berlokasi di Desa Karangsatria tersebut memiliki kapasitas terpasang 50 liter per detik, dengan kemampuan produksi sekitar 24 liter per detik.

"Ini komitmen kami mewujudkan salah satu visi dan misi perusahaan, yakni memberikan nilai bagi masyarakat dan berorientasi pada kepuasan pelanggan," kata Reza.

Menurutnya, IPA Tambun Utara sebelumnya tidak berfungsi akibat sejumlah persoalan teknis yang menyebabkan kualitas air tidak layak distribusi.

Baca Juga: Empat Desa di Tambun Utara Terparah Dilanda Banjir, Ribuan Warga Terdampak

Kondisi ini membuat sebagian wilayah mengalami keterbatasan pasokan air bersih.

"Kami reaktivasi kembali karena sebelumnya sudah tidak berfungsi sejak mati selama lima bulan terakhir. Saya sudah instruksikan jajaran untuk mengatasi persoalan ini demi pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat," ujarnya.

Proses pemulihan instalasi tersebut diakui tidak berjalan mudah.

Baca Juga: Air Bersih Masih Terbatas, Perumda Tirta Bhagasasi Pacu Target Layanan 60 Persen

Kepala Kantor Cabang Pembantu Perumda Tirta Bhagasasi Tambun Utara, Nailul Author, mengatakan tim teknis harus melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum instalasi dinyatakan layak dioperasikan kembali.

"Saya datang ke lokasi, mencoba untuk fungsikan kembali. Saya panggil orang produksi, orang laboratorium, biar diperiksa semua. Ternyata masih ada bau, akhirnya saya stop dulu," ungkapnya.

Setelah melalui serangkaian perbaikan, pengujian laboratorium, serta koordinasi internal, kualitas air baku akhirnya memenuhi standar.

Nailul menyebut kondisi air kini jernih, tidak berbau, dan siap didistribusikan.

Ia juga menyoroti peran normalisasi sungai oleh pemerintah daerah yang turut membantu memperbaiki kualitas air baku.

Baca Juga: Arus Balik Libur Long Weekend Mulai Terasa, Volume Kendaraan ke Jabodetabek Meningkat

"Terbantu juga oleh normalisasi sungai karena air baku kembali jernih dan lumpur yang mengendap bisa terbuang," katanya.

Anggota Dewan Pengawas Perumda Tirta Bhagasasi, Romli Romliandi, menilai reaktivasi IPA Tambun Utara sebagai langkah strategis untuk mengejar ketertinggalan layanan air bersih.

Saat ini, cakupan pelayanan air bersih di Kabupaten Bekasi baru sekitar 40 persen atau melayani kurang lebih 330.000 kepala keluarga.

Baca Juga: Curah Hujan Tinggi Picu Genangan di Jalan Tol Sedyatmo, Jasa Marga Kerahkan Pompa

"Sesuai business plan hingga 2029, cakupan layanan ditargetkan mencapai 60 persen. Reaktivasi IPA ini menjadi salah satu kunci untuk mencapainya," jelas Romli.

Ke depan, Perumda Tirta Bhagasasi juga menyiapkan pemasangan jaringan pipa baru serta penambahan sambungan langganan guna memastikan layanan air bersih semakin merata dan berkelanjutan.***