BEKASI.POJOKSATU.id -  Prestasi membanggakan kembali diraih pelajar Kabupaten Bekasi di tingkat internasional. Atha Fathurrahman, siswa kelas 2 SDN Waluya 02, Kecamatan Cikarang Utara, berhasil meraih penghargaan Gold dalam kompetisi IMEC Olympiad 2025/2026 bidang Matematika.

Kompetisi tersebut merupakan bagian dari ajang olimpiade matematika tingkat internasional yang mempertemukan peserta dari berbagai negara. Babak final IMEC Olympiad digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 30 Mei 2026.

Atha mengaku tidak menyangka namanya akan dipanggil sebagai peraih penghargaan tertinggi. Ia bahkan sempat menangis haru ketika namanya diumumkan sebagai juara pertama.

"Senang. Waktu nama saya belum dipanggil, mulai dari juara Honorable Mention, juara dua, sampai akhirnya nama saya dipanggil, juara satu, saya sempat keluar air mata," ujar Atha saat ditemui di SDN Waluya 02, Jumat, 7 Agustus 2026.

Baca Juga: Panitia Pilkades Cijengkol Siapkan Skema Pengamanan Pengundian Nomor Urut

IMEC atau International Mathematics Exam Center Olympiad merupakan kompetisi matematika internasional yang diselenggarakan UniCEP Committee yang berbasis di Australia. Dalam ajang tersebut, Atha mengikuti kategori Matematika dan berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga meraih penghargaan Gold.

Pengalaman mengikuti kompetisi internasional itu juga menjadi hal yang berkesan bagi Atha. Ia berangkat ke Malaysia bersama ayah, ibu, dan neneknya.

"Lombanya di Kuala Lumpur, Malaysia. Saya berangkat naik pesawat bersama ayah, ibu, dan oma. Di sana sekitar tiga hari," tuturnya antusias.

Perjalanan Atha hingga berhasil tampil di tingkat internasional berlangsung melalui sejumlah tahapan seleksi. Menurut ayah Atha, Rahman, putranya terlebih dahulu mengikuti berbagai kompetisi daring sebelum memperoleh kesempatan tampil di babak final Malaysia.

"Awalnya kami ikut les di sebuah lembaga, kemudian Atha mendapatkan beasiswa. Dari sana dia mengikuti berbagai lomba secara online yang memang sudah masuk taraf internasional. Ada babak penyisihan dan final, jadi tidak langsung ikut kemudian mendapatkan juara," jelas Rahman.

Pada babak final di Malaysia, Atha berhasil meraih dua penghargaan sekaligus, yakni Gold dan Diamond. Penghargaan Diamond diberikan karena Atha mampu menjawab sekitar 90 persen soal dengan benar.

Baca Juga: KAI Ingatkan Pengguna Jalan Disiplin di Perlintasan Sebidang Usai Truk Terguling di Bekasi

"Untuk yang final di Malaysia kemarin, dia mendapatkan dua kategori, satu Gold dan satu Diamond. Diamond itu diberikan untuk penilaian jawaban yang mencapai 90 persen benar," ungkap Rahman.

Menurut Rahman, pencapaian tersebut tidak terlepas dari minat Atha terhadap matematika yang telah berkembang sejak usia dini. Keluarga tidak memaksanya mengikuti berbagai kompetisi, tetapi berupaya memberikan ruang agar minat dan bakatnya berkembang secara alami.

"Kami sebagai orang tua tidak pernah memaksa. Awalnya dia tertarik dengan planet dan benda-benda bulat, kemudian mulai tertarik dengan negara dan dari situ mulai suka berhitung. Kami melihat minatnya, lalu kami carikan wadah yang sesuai," katanya.

Atha bahkan telah mengikuti kompetisi matematika sejak duduk di bangku taman kanak-kanak. Meski sempat hanya meraih juara harapan dalam salah satu kompetisi nasional, pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses yang membangun keberanian dan kemampuannya.

"Dari TK dia sudah ikut lomba matematika nasional. Memang waktu itu baru mendapatkan juara harapan, tetapi kami melihat memang sudah ada bakat dan ketertarikan. Ketika mendapatkan kesempatan melalui Olympic Champ, Alhamdulillah bakatnya bisa tersalurkan," ujar Rahman.

Capaian Atha mendapat apresiasi dari Kepala SDN Waluya 02, Eber. Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan pentingnya kedisiplinan, dukungan keluarga, serta keberanian siswa dalam mengembangkan potensi yang dimiliki.

"Kalau ingin berprestasi, ya harus disiplin. Kalau ingin menjadi orang baik juga harus disiplin. Disiplin menjadi salah satu program sekolah dan kami terus menanamkan itu kepada anak-anak," tegas Eber.

Sekolah, kata Eber, berupaya memberikan dukungan sesuai dengan kemampuan yang tersedia. Selain memberikan dukungan fasilitas, sekolah juga akan memperkenalkan prestasi Atha kepada warga sekolah agar dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya.

"Kami sangat mengapresiasi dan sangat luar biasa atas prestasi Atha. Ke depan, Atha dan siswa kami yang berprestasi lainnya akan kami perkenalkan di lingkungan sekolah. Tujuannya untuk mendorong anak-anak lain dan para orang tua agar semakin termotivasi," pungkasnya.