BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kabupaten Bekasi menegaskan komitmennya dalam menjaga kesehatan generasi muda melalui program perlindungan pendengaran sebagai bagian dari investasi jangka panjang.
Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, saat membuka peringatan World Hearing Day 2026 di SMPN 1 Cikarang Selatan, Sabtu 11 April 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Bekasi tidak hanya menggelar seremoni, tetapi juga langsung melakukan skrining pendengaran kepada siswa sebagai langkah deteksi dini gangguan kesehatan.
Program ini juga menjadi momentum peluncuran Sekolah Peduli Pendengaran yang diharapkan mampu meningkatkan kesadaran seluruh elemen sekolah.
Baca Juga: Warga Diminta Bergerak, Ketua RW Jadi Motor Lingkungan Aman dan Tertib
Endin Samsudin menegaskan bahwa kesehatan pendengaran sering kali dianggap sepele, padahal memiliki dampak besar terhadap perkembangan anak, baik dari sisi akademik maupun sosial.
“Gangguan pendengaran yang tidak terdeteksi sejak dini dapat berdampak pada prestasi akademik, perkembangan psikologis, hingga kualitas hidup anak di masa depan,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Pemkab Bekasi, 12 April 2026.
Ia menambahkan bahwa upaya pencegahan melalui skrining di sekolah merupakan langkah strategis yang harus terus diperkuat.
Menurutnya, menjaga kesehatan sejak dini bukan sekadar kebutuhan, melainkan bentuk investasi untuk masa depan generasi.
Baca Juga: Jangan Anggap Sepele, Kebiasaan Minum Obat Nyeri Bisa Picu Penyakit Berbahaya
“Menjaga kesehatan adalah investasi jangka panjang bagi masa depan. Kami berharap program ini menjadi gerakan berkelanjutan yang berdampak luas,” tegasnya.
Lebih lanjut, Endin mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam menghadirkan program ini.
Keterlibatan tenaga kesehatan, tenaga pendidik, organisasi profesi, hingga masyarakat dinilai menjadi kunci utama keberhasilan program yang berorientasi pada kesehatan anak.
Ia juga menekankan bahwa sekolah memiliki peran penting, tidak hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai lingkungan yang mendukung tumbuh kembang siswa secara menyeluruh.
“Sekolah harus menjadi ruang yang aman dan sehat bagi anak-anak kita, tidak hanya untuk belajar, tetapi juga untuk tumbuh secara optimal,” katanya.
Selain skrining pendengaran, kegiatan ini juga diisi dengan edukasi kesehatan, pemeriksaan telinga, serta sosialisasi pentingnya menjaga kebersihan organ pendengaran.
Langkah ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan hidup sehat sejak usia dini.
Baca Juga: Kulit Wajah Mulai Kendur? Ini 5 Cara Sederhana Mengencangkannya Tanpa Harus ke Klinik Kecantikan
Program Sekolah Peduli Pendengaran pun diharapkan tidak berhenti di satu lokasi, tetapi dapat diperluas ke berbagai sekolah di Kabupaten Bekasi.
Dengan demikian, upaya menjaga kesehatan pendengaran bisa menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan.
Pemkab Bekasi menegaskan akan terus mendukung program-program kesehatan preventif sebagai bagian dari strategi membangun sumber daya manusia yang unggul, sehat, dan siap menghadapi tantangan masa depan.***




