BEKASI.POJOKSATU.id - Ratusan warga Desa Tamanrahayu di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi memadati Jalan H. Tari di dekat kolong Tol Cibitung-Cimanggis, Rabu, 17 April 2024.
Sejak pukul 15.00 WIB warga sudah berkumpul di tempat itu sembari menunggu atraksi budaya pertama dari Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten.
Banyak berbagai macam pedagang di lokasi tersebut, mulai pedagang mainan sampai pedagang makanan. Ada juga tempat hiburan bagi anak-anak seperti trampolin.
Sekira pukul 15.15 WIB, atraksi debus dimulai. Pemain debus menunjukkan kekebalan tubuh mereka. Penonton dibuat tercengang. Senjata tajam, paku berkarat, mesin bor, tak mempan ditubuh mereka.
Baca Juga: Kades Tamanrahayu Gandeng Tiga Pilar Amankan Lingkungan
Belum cukup di situ, aksi tiga orang pemain debus cilik juga membuat warga terpukau. Pemain debus terkecil dari tiga itu kira-kira berusia 4 tahun. Dengan santai dia menggesek-gesek golok ke tangan, leher dan lidah, tapi dia tak terluka apalagi kesakitan.
Sekira 16.00, kirab budaya dari 2 RW yang terpisah Tol Cibitung-Cimanggis mulai terlihat. Didahului oleh iring-iringan berkuda yang dibersamai aksi pemuda berkostum unik, seperti kostum hantu lokal, kostum pengantin dan lainnya.
Odong-odong menyertai di urutan belakang. Dengan replika singa bersayap, ada empat orang yang menandu, sementara di atas duduk seorang anak kecil yang dihias dengan kostum khas.
Di urutan berikutnya tampak tarian liong naga dan barongsai. Kirab dari arah berlawanan juga muncul tak lama setelah itu. Mereka kemudian berputar balik ke tempat atraksi debus untuk menunjukkan kemampuan.
Baca Juga: Odong-Odong dan Tank Hiasi Defile Desa Tamanrahayu
Ketua Panitia Tamanrahayu Gembira Masep Saripudin menjelaskan kegiatan tersebut didukung Pemerintah Desa Tamanrahayu dan warga Tamanrahayu pada umumnya.
"Pertama banyak festival seni budaya, debus dan juga ada juga barongsai," kata dia kepada wartawan.
"Untuk tanggapan masyarakat sangat antusias dan mendukung mereka berharap setiap tahun ada acara seperti ini. Ini acara ketiga," sambung pria yang akrab disapa Palang ini.
Dalam mempersiapkan kegiatan itu, panitia butuh waktu sekitar 3 pekan. Masep berharap semua diberi kesehatan dan rezeki yang lancae sehingga kegiatan itu dapat terselenggara.
Sekira 16.30 hujan tiba-tiba turun dengan intensitas deras. Para peserta kirab budaya Tamanrahayu Gembira dan para pengujung berlarian mencari tempat berteduh.
Kendati demikian, acara tetap berjalan lancar. Atraksi liong naga tetap menari-nari ditengah hujan dengan iringan musik yang seolah memecah berisiknya hujan.***




