BEKASI.POJOKSATU.ID - PT Telkom Indonesia terus memperluas perannya sebagai badan usaha milik negara (BUMN) yang tidak hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur telekomunikasi.
Tetapi juga mengambil posisi strategis dalam penguatan dunia pendidikan tinggi.
Langkah tersebut tercermin dalam kunjungan jajaran Telkom Witel Bekasi-Karawang ke Universitas Pelita Bangsa (UPB) di Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.
Baca Juga: Wajib Coba! 10 Bumbu Olesan Jagung Bakar Paling Favorit Sambut Tahun Baru 2026
Sebagai bagian dari upaya membangun kolaborasi jangka panjang berbasis transformasi digital.
Kunjungan yang dipimpin langsung oleh General Manager Witel Bekasi-Karawang, Hari Purwanto, menjadi sinyal kuat bahwa Telkom melihat perguruan tinggi sebagai mitra penting dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul di era ekonomi digital.
Dalam pertemuan tersebut, Telkom tidak hanya menawarkan layanan konektivitas.
Baca Juga: Malam Tahun Baru di Masjid Istiqlal, Muhasabah dan Doa Menyambut Awal Berkah
Tetapi juga membuka ruang kerja sama di bidang platform digital, artificial intelligence (AI), Internet of Things (IoT), cloud computing, hingga penguatan sistem keamanan data.
Telkom menegaskan bahwa transformasi digital nasional tidak dapat berjalan optimal tanpa keterlibatan aktif dunia akademik.
Perguruan tinggi dinilai memiliki peran strategis dalam mencetak talenta digital yang siap menjawab kebutuhan industri, sekaligus menjadi pusat riset dan inovasi berbasis teknologi.
Baca Juga: Bekasi Ternyata Surga Kuliner! Dari Legendaris sampai Viral, Ini yang Bikin Orang Rela Datang
Karena itu, kolaborasi yang dibangun tidak bersifat transaksional, melainkan diarahkan menjadi kemitraan strategis dan berkelanjutan.
Universitas Pelita Bangsa sendiri menyambut positif langkah Telkom tersebut.
Dengan jumlah mahasiswa yang telah melampaui 17.000 orang dan sebaran kampus di Bekasi, Cikarang, dan Karawang.
UPB dinilai memiliki ekosistem yang potensial untuk pengembangan kampus cerdas berbasis digital.
Pihak universitas menilai dukungan BUMN seperti Telkom sangat dibutuhkan, terutama dalam penguatan keamanan siber dan perlindungan data akademik yang terus berkembang.
Baca Juga: Rekomendasi Acara Tahun Baru di Hotel Cikarang 2025: Pesta Meriah hingga Staycation Eksklusif
Selain aspek teknologi, kerja sama juga diarahkan pada penguatan link and match antara dunia pendidikan dan industri.
Telkom membuka peluang kolaborasi berupa penelitian bersama, studi kasus berbasis kebutuhan industri, program magang mahasiswa, hingga keterlibatan praktisi Telkom sebagai dosen tamu.
Langkah ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja yang semakin digital dan dinamis.
Baca Juga: Data Arus Lalu Lintas Sepekan Libur Nataru di Tol: 1,5 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabotabek
Kehadiran Telkom di lingkungan kampus juga mencerminkan pergeseran peran BUMN yang kini tidak lagi sekadar menjadi entitas bisnis, tetapi turut menjalankan fungsi pembangunan manusia.
Melalui dukungan teknologi dan pendampingan berkelanjutan, Telkom mendorong perguruan tinggi untuk bertransformasi menjadi pusat inovasi dan pengembangan talenta digital nasional.
Sebagai tindak lanjut konkret, kedua pihak sepakat menyusun nota kesepahaman (MoU) dalam waktu dekat.
Baca Juga: Guru-Guru Bekasi Buktikan Kepedulian, Bantuan Bencana Sumatera Disalurkan Transparan
Kesepakatan ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi implementasi berbagai program kolaboratif yang berdampak langsung bagi mahasiswa, dosen, dan pengembangan institusi pendidikan.
Melalui langkah ini, Telkom kembali menegaskan posisinya sebagai BUMN yang aktif mengambil peran strategis dalam pembangunan ekosistem pendidikan tinggi.
Sinergi antara BUMN dan kampus diharapkan mampu mempercepat lahirnya generasi unggul yang siap menghadapi tantangan industri dan transformasi digital di masa depan.***




