BEKASI.POJOKSATU.ID - Kinerja layanan digital Pemerintah Kabupaten Bekasi menunjukkan tren positif pada awal tahun 2026.
Melalui layanan Helpdesk Teknologi Informasi dan Komunikasi, sebanyak 130 layanan berhasil ditangani selama Triwulan I, dengan mayoritas di antaranya telah diselesaikan.
Data yang dihimpun Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kabupaten Bekasi mencatat, dari total 130 layanan tersebut, sebanyak 113 layanan telah diselesaikan, 16 layanan masih dalam status pending, dan hanya 1 layanan yang ditolak.
Capaian ini menjadi indikator penting dalam menilai performa sistem layanan digital yang terus diperkuat oleh pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung kebutuhan teknologi di lingkungan perangkat daerah.
Baca Juga: Tekan Pengangguran, Pemkot Bekasi Dukung Pelatihan Vokasi Nasional 2026 dengan Target Serapan Kerja
Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi, Bahrul Ulum, menegaskan bahwa Helpdesk TIK tidak sekadar menjadi layanan teknis, tetapi juga berperan sebagai sistem pendukung utama dalam menjaga stabilitas layanan digital pemerintahan.
“Helpdesk TIK hadir sebagai solusi untuk memastikan setiap kebutuhan layanan teknologi di perangkat daerah dapat ditangani secara cepat dan tepat. Ini bukan hanya soal penanganan teknis, tetapi juga bagaimana kami memastikan seluruh sistem berjalan optimal untuk mendukung pelayanan publik,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Pemkab Bekasi, 8 April 2026.
Bahrul menjelaskan, dari tiga kanal layanan utama yang tersedia, permintaan terhadap layanan aplikasi menjadi yang paling dominan dengan persentase mencapai 71,54 persen.
Hal ini menunjukkan tingginya kebutuhan perangkat daerah terhadap sistem aplikasi dalam menunjang aktivitas kerja.
Baca Juga: Akhirnya Punya Gedung Sendiri! SMAN 21 Bekasi Segera Dibangun Tahun Ini, Siswa Tak Lagi Menumpang
Sementara itu, layanan data center menyumbang 14,62 persen dari total layanan, diikuti layanan jaringan intra pemerintah daerah sebesar 13,85 persen.
“Hal ini menunjukkan tingginya kebutuhan komunikasi dan pengelolaan data berbasis digital di lingkungan perangkat daerah,” kata Bahrul.
Tingginya angka penyelesaian layanan ini juga mencerminkan efektivitas sistem Helpdesk TIK dalam merespons berbagai kebutuhan secara cepat, terukur, dan berkelanjutan.
Meski demikian, pemerintah daerah terus melakukan evaluasi guna meningkatkan kualitas layanan, baik dari sisi infrastruktur maupun pengembangan aplikasi.
“Kami terus berupaya melakukan evaluasi dan penguatan sistem, baik dari sisi infrastruktur maupun aplikasi layanan. Harapannya, seluruh perangkat daerah dapat merasakan manfaat layanan TIK yang lebih responsif, efisien, dan terintegrasi,” tambahnya.
Dengan capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Bekasi semakin optimistis dalam memperkuat transformasi digital, sekaligus menghadirkan layanan pemerintahan yang lebih modern dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik.***




