BEKASI.POJOKSATU.ID - Media sosial kembali membuktikan perannya sebagai jembatan aspirasi publik.
Kali ini, curhatan dua siswi SMKN 1 Babelan, Kabupaten Bekasi, yang diunggah melalui TikTok berhasil menarik perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Dalam video yang diunggah akun TikTok @aritacpaz23, dua siswi tersebut menyampaikan keluhan terkait kondisi gedung sekolah mereka yang mangkrak selama lebih dari satu dekade.
Dengan bahasa sederhana dan jujur, mereka berharap pemerintah dapat melihat langsung kondisi yang mereka alami.
Baca Juga: Galian Liar Bikin Macet dan Bahayakan Warga, Camat Bekasi Barat Bertindak Tegas
“Assalamualaikum Pak Dedi, kita mau curhat nih,” ujar salah satu siswi membuka video tersebut.
Keluhan yang disampaikan bukan tanpa alasan. Dalam video tersebut, terlihat bangunan sekolah yang terbengkalai, dipenuhi tanaman liar, bahkan disebut telah menjadi sarang ular.
Kondisi ini dinilai sangat memprihatinkan dan berpotensi membahayakan lingkungan sekolah.
“Bapak lihat kondisi sekolah kita. Nah, sekolah kita ini sudah mangkrak dan terbengkalai selama 11 tahun,” ujar siswi lainnya.
Baca Juga: Kebakaran SPBE Bekasi Tinggalkan Kerugian Rp7 Miliar, Warga Minta Ganti Rugi
Tak hanya soal bangunan mangkrak, para siswa juga menghadapi keterbatasan ruang kelas.
Akibatnya, kegiatan belajar mengajar kerap dilakukan di ruang alternatif seperti perpustakaan hingga masjid.
“Tetangga saya mau masuk sini juga susah karena fasilitasnya kurang. Kadang kita belajar aja suka di perpus, masjid, karena kita kekurangan kelas baru,” ungkapnya.
Video tersebut pun dengan cepat menyebar dan menuai perhatian publik.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana media sosial kini menjadi saluran efektif bagi masyarakat, termasuk pelajar, untuk menyuarakan kondisi yang mereka hadapi secara langsung kepada pemangku kebijakan.
Menanggapi hal itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan respons positif.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan sekolah tersebut sebelumnya dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi sebelum kewenangan pengelolaan SMA dan SMK dialihkan ke pemerintah provinsi pada 2016.
“Saya ucapkan terima kasih pada adik-adik yang sudah menyampaikan. Itu sekolah dulu dibangunnya oleh Pemda Kabupaten Bekasi sebelum ada penyerahan ke provinsi dan dibangun dalam posisi tidak selesai,” katanya.
Baca Juga: Penindakan LPG 3 Kg Ilegal, Pertamina dan Polda Metro Jaya Perkuat Sinergi
Ia juga memastikan bahwa pihaknya telah meminta Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk segera memasukkan pembangunan sekolah tersebut ke dalam program prioritas.
“Saya sudah sampaikan ke kepala Dinas Pendidikan untuk segera diprogramkan. Mudah-mudahan di perubahan anggaran nanti bisa memasukannya,” tambahnya.
Kasus ini menjadi contoh nyata bagaimana media sosial tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga alat kontrol sosial yang mampu mendorong respons cepat dari pemerintah.
Di sisi lain, hal ini juga mencerminkan pentingnya keterbukaan dan responsivitas dalam menjawab aspirasi masyarakat, terutama terkait sektor pendidikan.***




