BEKASI.POJOKSATU.id – Wakil Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya pada sektor pendidikan dan kesehatan.
Ia mengimbau seluruh guru di wilayah Kabupaten Bekasi untuk menjaga komitmen dan meningkatkan kompetensi, sebagai bagian dari fondasi kemajuan daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Wabup Asep usai memimpin upacara gabungan peringatan Hari Korpri ke-54, Hari Guru Nasional ke-80, Hari Kesehatan Nasional ke-61, dan HUT Darma Wanita Persatuan ke-26, yang digelar di Plaza Pemkab Bekasi pada Senin, 1 Desember 2025.
Asep menekankan bahwa kontribusi guru menjadi dasar lahirnya berbagai profesi di masyarakat, termasuk pemimpin daerah, sehingga perannya tidak mungkin tergantikan.
Baca Juga: Daftar Tunggu Haji di Kabupaten Bekasi Turun jadi 26,4 Tahun, Jemaah Diimbau Bersiap Lunasi Biaya
“Perjalanan kita, sampai titik ini, tidak bisa dilepaskan dari jasa guru. Karena itu, saya mendorong agar kualitas guru dan organisasi PGRI terus diperkuat. Kesejahteraan yang sudah lebih stabil, khususnya bagi guru PPPK, harus diiringi dengan kontribusi yang semakin nyata,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar tingkat kesejahteraan yang lebih baik tidak menjadi alasan penurunan semangat dan dedikasi, terutama dalam menyiapkan lulusan SMK dan pelajar yang siap memasuki dunia kerja maupun wirausaha.
Selain menyoroti pendidikan, Wabup Asep turut memberikan apresiasi kepada tenaga kesehatan di Kabupaten Bekasi yang dinilai berhasil meningkatkan mutu layanan kepada masyarakat.
Salah satu pencapaian yang disorot adalah RSUD Cabangbungin, yang meraih predikat Fasilitas Kesehatan Terbaik Kedua di tingkat provinsi.
Menurut dia, keberhasilan RSUD tersebut terlihat dari lonjakan pendapatan signifikan, yang diiringi oleh perbaikan manajemen dan mutu layanan.
Baca Juga: Alhamdulillah, Kabupaten Bekasi Dapat Tambahan Kuota Haji 2026, Jumlah Jemaah Naik jadi 3.500 Orang
“RSUD Cabangbungin mengalami kemajuan luar biasa. Pendapatannya tumbuh dari sekitar Rp500 juta menjadi hampir Rp15 miliar. Ada perbaikan dalam pelayanan, pengelolaan operasional yang lebih efektif, dan coverage pembayaran BPJS yang sudah 100 persen,” ujarnya.
Asep juga memuji inisiatif penanganan penyakit tuberkulosis (TBC) di tingkat desa, yang dipelopori oleh Dr. Adi, sebagai bentuk komitmen kesehatan berbasis komunitas yang layak dijadikan contoh.
Ia menyimpulkan bahwa guru dan tenaga kesehatan menjadi dua pilar utama dalam membangun kualitas masyarakat yang cerdas dan sehat, dan pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kapasitas di kedua sektor tersebut.
“Sekolah membentuk daya pikir warga, sementara fasilitas kesehatan menjaga kualitas hidupnya. Keduanya harus berjalan paralel. Pemkab akan terus memperkuat peningkatan SDM di bidang pendidikan dan kesehatan,” tutupnya.***




