BEKASI.POJOKSATU.id - Dalam upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXIX yang diikuti ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi, Asep memimpin jalannya upacara sambil membacakan amanat dari Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia. Acara ini mengusung tema "Sinergi Pusat dan Daerah Membangun Nusantara Menuju Indonesia Emas 2045."
"Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah adalah keharusan untuk menggapai tujuan nasional seperti yang tercantum dalam konstitusi," ujarnya.
Dalam sambutannya, Asep juga memaparkan delapan fokus strategis yang perlu menjadi perhatian bersama, yakni: swasembada pangan dan energi, pengelolaan sumber daya air berkelanjutan, pemerintahan yang bersih dan melayani, pengembangan kewirausahaan, peningkatan akses dan mutu pendidikan, pemerataan layanan kesehatan, reformasi birokrasi, serta penegakan hukum yang adil.
Baca Juga: Strategi DLH Demi Kurangi Volume Sampah ke TPA Burangkeng
Ia menekankan pencapaian tujuan otonomi daerah sangat bergantung pada inovasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Karena itu, sinergi yang erat antar pemerintah pusat, daerah, masyarakat, dan sektor swasta sangat diperlukan.
"Melalui tata kelola pemerintahan yang baik, kita bisa mempercepat pembangunan, memperkuat integrasi nasional, dan meningkatkan daya saing daerah, sehingga berdampak langsung pada kemajuan bangsa," tegas Asep.
Peringatan Hari Otonomi Daerah ini, menurutnya, menjadi momentum strategis untuk memperkuat komitmen dalam membangun pemerintahan yang lebih efektif dan melayani.
Baca Juga: Penataan TPA Burangkeng, DLH Tawarkan Sejumlah Konsep
Asep menilai keberhasilan otonomi daerah tidak hanya diukur dari pelimpahan kewenangan, tetapi juga dari seberapa jauh daerah mampu mengelola potensinya secara mandiri demi kesejahteraan masyarakat dan pemerataan pembangunan. Dengan sinergi yang kuat, Indonesia diyakini mampu mencapai visi besar Indonesia Emas 2045.***




