BEKASI.POJOKSATU.ID - Banjir rob akibat air pasang Laut Jawa melanda Desa Hurip Jaya sejak Jumat, 13 Desember 2024. Beberapa hari belakangan sejumlah warga mulai terserang penyakit.
Ketua RT 07 RW 03 Desa Hurip Jaya, Mardani, mengungkapkan bahwa 72 rumah dengan 115 kepala keluarga (KK) terdampak banjir tersebut.
Warga yang sudah bertahan selama empat hari mulai mengeluhkan kondisi kesehatan dan belum menerima bantuan berupa makanan dan obat-obatan.
Baca Juga: 4 Hari Terendam Banjir Rob, Warga Pesisir Bekasi Diserang Berbagai Penyakit
“Banyak warga yang mengalami gatal-gatal di bagian kaki karena air laut merendam hampir semua dataran,” ujar Mardani, Selasa, 17 Desember 2024.
Selain berdampak pada permukiman, banjir rob ini juga menyebabkan kerugian besar bagi para pemilik tambak ikan.
Salah satu pemilik tambak, Tamjid, menyebutkan bahwa ratusan hektare tambak di Kecamatan Muaragembong, Tarumajaya, dan Babelan terdampak bencana ini.
“Kalau dihitung total ada ratusan hektare tambak ikan yang gagal panen,” kata Tamjid.
Baca Juga: 4 Kecamatan di Kota Bekasi Terendam Banjir Kiriman
Tamjid sendiri mengalami kerugian karena dua tambaknya jebol akibat banjir rob. Ikan bandeng dan udang yang siap dipanen lepas, sementara sebagian lainnya mati. Selain itu, panen rumput laut dari salah satu tambaknya juga rusak.
“Kerugian bisa mencapai Rp 20 juta per tambak, totalnya sekitar Rp 40 juta,” ungkapnya.
Tamjid berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi dapat membantu memberikan modal untuk membeli bibit ikan dan memperbaiki tambak yang rusak setelah banjir surut.
“Kalau bisa, pemerintah memberikan bantuan modal untuk mengganti bandeng yang lepas dan memperbaiki tanggul tambak yang jebol,” harap Tamjid.***




