BEKASI.POJOKSATU.ID - Penutupan akses jalan di sisi selatan Perumahan Harapan Indah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menuai banyak keluhan dari masyarakat. Pasalnya, akses jalan tersebut merupakan jalur utama warga dari wilayah Tarumajaya dan Babelan menuju Kota Bekasi hingga ke Jakarta.
Saat ini, akses jalan yang sebelumnya ditutup total tersebut telah dibuka kembali meski hanya satu jalur, namun belum sepenuhnya mengatasi keluhan masyarakat.
Ketua RT 2 Kampung Tanah Tinggi, Zain Ali, menyampaikan bahwa penutupan jalan tersebut berdampak langsung pada aktivitas harian warga. Warga yang biasa melintas kini harus mencari jalur alternatif dengan jarak tempuh yang lebih jauh, khususnya untuk bekerja atau berdagang.
Baca Juga: Pemkab Bekasi Tertibkan 99 Bangunan Liar di Bantaran Saluran Sekunder Srimukti
“Kami sangat keberatan dengan adanya penutupan jalan masuk Perumahan Harapan Indah. Ini sangat mengganggu mobilitas dan aktivitas perekonomian warga. Harapan kami, jalan ini bisa segera dibuka kembali sepenuhnya,” ujar Zain kepada media.
Ia juga menyebut bahwa keluhan masyarakat telah disampaikan melalui surat yang ditandatangani oleh Ketua RW 04 Kampung Tanah Tinggi, dengan tembusan kepada Lurah Setia Asih dan Camat Tarumajaya.
Keluhan serupa juga datang dari Ketua RW 008 Dusun III Desa Babelan, Jaya Sutisna. Ia menyayangkan penutupan jalan yang disebut-sebut akan berlangsung hingga akhir tahun 2025.
“Warga kami terdampak cukup besar, baik dari sisi waktu maupun biaya tambahan perjalanan,” ucapnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi, Yana Suyatna, menjelaskan bahwa penutupan dilakukan karena adanya proyek perbaikan saluran dan jembatan di area tersebut oleh pihak pengelola Perumahan Harapan Indah, PT HDP.
Baca Juga: Kadisdik Bantah Ada Pungutan atas Honor Guru
“Info dari PT HDP, penutupan ini dilakukan karena ada perbaikan saluran dan jembatan. Awalnya ditutup total, tapi kami sudah minta agar dibuka satu jalur,” kata Yana.
Yana menambahkan bahwa pihaknya juga telah meminta pengelola membuka akses jalan alternatif untuk mengurangi kemacetan dan tetap menjaga kelancaran mobilitas warga.
“Kami terus melakukan pemantauan agar dampak penutupan ini tidak terlalu lama dirasakan masyarakat,” demikian kata dia.***




