BEKASI.POJOKSATU.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi melaporkan sebanyak 11 korban insiden ledakan dan kebakaran di SPBE Cimuning masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit.
Kepala Dinkes Kota Bekasi, Satia Sri Wijayanti Anggraini, menyampaikan bahwa para korban mengalami luka bakar yang cukup serius sehingga memerlukan penanganan medis intensif.
“Masih ada 11 orang yang mengalami luka bakar dan saat ini mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit,” ujarnya, Rabu, 8 April 2026.
Baca Juga: Arus Dialihkan, Dishub Siapkan Jalur Alternatif Selama Rekayasa Lalin di Jalan Juanda Bekasi
Ia menjelaskan, total korban dalam peristiwa tersebut mencapai 22 orang. Dari jumlah tersebut, dua korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka bakar yang parah.
“Yang meninggal dunia itu ada dua orang,” katanya.
Sementara itu, sembilan korban lainnya telah diperbolehkan pulang karena kondisi kesehatannya membaik, meskipun tetap harus menjalani perawatan lanjutan secara rawat jalan.
“Sementara sembilan orang lainnya sudah bisa pulang dan menjalani rawat jalan,” jelasnya.
Baca Juga: Korban Tewas Kebakaran SPBE Cimuning Bertambah Jadi 2 Orang
Dinkes Kota Bekasi terus memantau perkembangan seluruh korban, baik yang masih dirawat di rumah sakit maupun yang telah kembali ke rumah, guna memastikan proses pemulihan berjalan optimal.
Selain itu, koordinasi dengan pihak rumah sakit juga terus dilakukan untuk menjamin seluruh korban mendapatkan layanan medis sesuai standar, khususnya bagi pasien dengan luka bakar berat.
“Penanganan luka bakar memang membutuhkan perhatian khusus, jadi kami pastikan semua korban ditangani sesuai standar medis,” tandas dia.***




