BEKASI.POJOKSATU.id - Jumlah korban meninggal dunia akibat kebakaran di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Kota Bekasi, bertambah menjadi dua orang. Kedua korban merupakan petugas keamanan yang sebelumnya mengalami luka bakar berat hingga sekitar 90 persen.
Setelah menjalani perawatan intensif selama beberapa hari, keduanya dinyatakan meninggal dunia pada 5 dan 6 April 2026. Camat Mustikajaya, Maka Nachrowi, mengungkapkan bahwa korban bernama Suyadi dan Djaimun.
“Kedua korban meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif. Mereka mengalami luka bakar yang cukup serius hingga mencapai 90 persen,” ujarnya, Rabu, 8 April 2026.
Ia menjelaskan, saat insiden terjadi, kedua korban berada di dalam area SPBE sehingga tidak sempat menyelamatkan diri dari kobaran api.
Baca Juga: DPRD Kota Bekasi Soroti BPJS Karyawan RSUD Tak Aktif, Desak Manajemen Bertindak Cepat
“Saat kejadian, keduanya berada di dalam area SPBE. Kondisi itu yang menyebabkan luka bakar yang dialami sangat parah,” jelasnya.
Menurutnya, tim medis telah memberikan penanganan maksimal, namun luasnya luka bakar membuat nyawa keduanya tidak dapat diselamatkan.
“Mereka sempat mendapatkan penanganan intensif dari tim medis, namun kondisi luka bakar yang terlalu luas membuat nyawa keduanya tidak tertolong,” katanya.
Pemerintah memastikan keluarga korban akan menerima santunan dari BPJS Ketenagakerjaan dan Pemerintah Kota Bekasi. Proses administrasi saat ini masih berlangsung, termasuk pengurusan dokumen ahli waris dan akta kematian yang difasilitasi oleh pemerintah setempat.
“Kedua korban akan mendapatkan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan dan juga dari Pemerintah Kota Bekasi,” tambahnya.
Baca Juga: Pemasangan JPO di Depan Stasiun Bekasi, Dishub Terapkan Contraflow hingga Penutupan Total
Kedua korban diketahui merupakan warga Tambun Selatan dan telah dimakamkan oleh pihak keluarga. Pemerintah juga menyampaikan duka cita atas kejadian tersebut.
Selain korban jiwa, kebakaran yang terjadi pada 1 April 2026 di fasilitas milik PT Indogas Andalan Kita itu juga berdampak pada warga sekitar. Berdasarkan data sementara, sebanyak 39 kepala keluarga terdampak akibat insiden tersebut.
Pemerintah saat ini masih melakukan pendataan lanjutan serta memastikan penanganan bagi warga terdampak dapat berjalan optimal.***




