BEKASI.POJOKSATU.id - Rumah Sakit Kartika Husada Jatiasih mengakui terjadi kesalahpahaman antara rumah sakit dan keluarga dalam kasus dugaan malpraktik.

Komisaris dan Pemilik RS Kartika Husada Jatiasih dr. Nidya Kartika Yolanda menyatakan bahwa setelah operasi pasien tidak merespons dan tidak sadarkan diri.

Meskipun rumah sakit berusaha memberikan penanganan lebih lanjut, upaya tersebut tidak berhasil.

Baca Juga: Suasana Memilukan, Ibunda Alvaro Darren Berusaha Bangunkan Anaknya: Ayo Bangun, Nak

"Kami telah mencoba merujuk pasien ke berbagai rumah sakit lain untuk mendapatkan penanganan, tetapi tidak ada yang bersedia menerima pasien karena kasus ini menjadi viral," jelas Nidya kepada media, Selasa, 3 Oktober 2023.

Nidya menjelaskan bahwa sarana dan prasarana di rumah sakit tidak memadai untuk menangani kasus Alvaro dengan baik.

Meskipun keluarga pasien menginginkan pemindahan, kondisi anak tidak memungkinkan untuk dipindahkan.

Baca Juga: RS Kartika Husada Jatiasih Disebut Tidak Transparan dengan Kondisi Alvaro

"Kami telah memberitahu keluarga tentang segala risiko yang terkait, namun kondisi anak memang sudah sangat parah. Meskipun demikian, ibu pasien ingin tetap berusaha," tambahnya.

Nidya juga menyebutkan bahwa mati batang otak adalah salah satu risiko dari operasi amandel, terutama terkait dengan tingkat oksigenasi pasien selama prosedur operasi.***