BEKASI.POJOKSATU.id - Kaum hawa merasa khawatir dengan tindak pelecehan seksual yang sewaktu-waktu bisa terjadi kepada diri mereka.
Tidak sedikit perempuan yang harus berdesak-desakan di gerbong berpenumpang campur saat jam sibuk seperti pagi dan sore hari.
Khoiru Nisa Arianti, salah seorang pengguna Commuter Line, mengaku khawatir dengan maraknya kasus pelecehan seksual yang terjadi belakangan ini.
Baca Juga: Perkara Pelecehan Seksual, Hakim PN Kota Bekasi Beri Vonis Ringan Dibandingkan Tuntutan Jaksa
"Sudah marak sekali kasus pelecehan seksual terhadap penumpang wanita terjadi di atas kereta api, pada saat berdesak-desakan," ungkap Nisa kepada bekasi.pojoksatu.id, Minggu, 10 Desember 2023.
Nisa mempunyai kiat khusus untuk menghindari pelecehan seksual di atas kereta api. Dia lebih memilih naik kereta pada jam ketika penumpang tidak terlalu padat.
"Lebih mengatur jam saja, untuk menghindari pelecehan seksual tersebut," jelas dia.
Selain itu juga, dirinya meminta kepada PT KAI untuk memperbanyak gerbong khusus wanita.
Baca Juga: Keluarga Korban Pelecehan Seksual Minta Keadilan Kepada Pengadilan Negeri Kota Bekasi
"Kita ketahui bahwa saat ini gerbong khusus wanita di KRL cuman dua ya. Itu sangat kurang dengan melihat volume penumpang khususnya perempuan, kalau bisa di perbanyak lagi atau tidak menambah Kereta Api khusus wanita," tegas dia.
"Kami para wanita yang setiap hari menggunakan kereta api lebih aman dan tidak perlu khawatir kembali," demikian kata dia.***




