BEKASI.POJOKSATU.id - Aksi pencurian 10 pelat tembaga di Monumen Perjuangan Kali Bekasi memicu desakan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi untuk memperketat pengawasan terhadap situs-situs bersejarah di wilayahnya.

Monumen yang terletak di Jalan Ir. H. Juanda ini dibangun sejak 1991 dan diresmikan pada 1995, sebagai simbol perjuangan rakyat Bekasi melawan penjajahan Jepang. Monumen ini menjadi salah satu penanda identitas Bekasi sebagai Kota Patriot.

Penggiat sejarah Bekasi, Ali Anwar, menyayangkan lemahnya pengawasan yang membuat aset bersejarah tersebut mudah dijarah oleh pihak tak bertanggung jawab.

“Ini merupakan sentilan keras bagi Pemkot Bekasi, karena selama ini tidak ada pengawasan ekstra di lokasi-lokasi bersejarah yang ada,” kata Ali saat dihubungi bekasi.pojoksatu.id, Sabtu, 21 Juni 2025.

Baca Juga: 10 Pelat Monumen Kali Bekasi Dicuri, Penggiat Sejarah Desak Disparbud Bertindak

Ali menekankan pentingnya pemasangan kamera pengawas (CCTV) di seluruh monumen sejarah yang ada di Kota Bekasi. Hal ini dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

“Seharusnya ada pengawasan ekstra di monumen sejarah di Kota Bekasi agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” ucapnya.

Menurut Ali, banyak situs sejarah di Bekasi yang kurang mendapatkan perhatian serius dari Pemkot, baik dalam aspek pemeliharaan maupun keamanan.

Baca Juga: 10 Pelat Tembaga Monumen Sejarah Bekasi Raib, Warga Soroti Minimnya Pengawasan Pemkot

“Beberapa monumen sejarah bahkan tidak pernah dirawat dengan baik,” tegasnya.

Ia pun mendesak Pemkot Bekasi melalui dinas terkait agar segera mengevaluasi pengelolaan situs bersejarah dan menetapkan langkah konkret, termasuk penempatan petugas keamanan serta sistem pengawasan digital.

“Kalau tidak dijaga sekarang, maka generasi mendatang akan kehilangan jejak perjuangan rakyat Bekasi,” kata dia.***