BEKASI.POJOKSATU.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memastikan sampai saat ini tidak menemukan beras oplosan, yang beredar di wilayah Kota Bekasi.
Sekretaris Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Bekasi Romi Payan, menyebutkan, setelah pihaknya melakukan pemantauan di sejumlah pasar tradisional, tidak menemukan adanya peredaran beras oplosan.
“Kita sudah berkoordinasi terkait produk beras yang diduga oplosan. Untuk wilayah Kota Bekasi, tidak diketemukan adanya beras oplosan,” ujar Romi, kepada awak media, Jumat 25 Juli 2025.
Baca Juga : Beras Oplosan Rugikan Konsumen, Agen Tradisional Merana: Omzet Anjlok hingga 50 Persen
Dia mengaku, kalau untuk pasokan beras di pasar rakyat di wilayah Kota Bekasi berasal dari penggilingan beras wilayah Kabupaten Bekasi, Karawang, dan Subang, yang selama ini menjadi sentra produksi utama.
Sementara untuk menstabilkan harga, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Bulog, khususnya dalam distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), sesuai dengan penugasan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Baca Juga : Link Download Logo Hari Jadi Kabupaten Bekasi, Ada Berbagai Format Tersedia
"Beras SPHP rencananya disalurkan melalui toko stabilisasi harga yang ada di kabupaten/kota, maupun melalui Koperasi Merah Putih yang akan mendistribusikan ke pasar tradisional,” ucap dia.
Untuk itu, Pemkot Bekasi meminta kepada masyarakat untuk tenang jangan panik dan juga bijak dalam memilih produk pangan.
"Kami juga meminta kepada masyarakat untuk melaporkan jika menemukan indikasi beras tidak layak untuk dikonsumsi atau tidak sesuai dengan label," pungkas dia. (adv)***




