BEKASI.POJOKSATU.id – Setelah menerapkan sistem lalu lintas baru di Stasiun Bekasi, Dishub Kota Bekasi kini menyusun strategi lanjutan untuk dua stasiun lainnya, yakni Kranji dan Bekasi Timur.
Muhammad Iqbal Bayuaji menjelaskan bahwa masing-masing stasiun memiliki karakteristik dan permasalahan lalu lintas yang berbeda. Di Stasiun Kranji, Dishub masih melakukan evaluasi untuk merumuskan pendekatan yang paling tepat.
“Setiap stasiun butuh perlakuan khusus. Pola arus, volume kendaraan, dan struktur jalan berbeda-beda,” ujar Iqbal, Rabu, 30 Juli 2025.
Sementara itu, pengaturan lalu lintas di Stasiun Bekasi Timur dianggap lebih kompleks. Volume kendaraan tinggi serta frekuensi kedatangan KRL yang padat, terutama saat jam pulang kantor, menjadikan pengelolaan lalu lintas di area ini cukup menantang.
Baca Juga: Pemkot Bekasi Beri Subsidi SPP Rp250 Ribu untuk Dukung Siswa Kurang Mampu di Sekolah Swasta
Dishub pun memperkuat kehadiran petugas lapangan di lokasi-lokasi tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas pengendalian lalu lintas di kawasan transit strategis.
“Langkah ini sejalan dengan visi Pemkot Bekasi untuk meningkatkan kualitas layanan publik, khususnya dalam sektor transportasi perkotaan,” pungkas Iqbal. (adv)***




