BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi dalam upaya pencegahan HIV/AIDS. Seruan ini disampaikan Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, saat menerima audiensi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bekasi di ruang rapat Wakil Wali Kota, Kompleks Pemkot Bekasi, Senin, 12 September 2025.
Abdul Harris menegaskan, HIV/AIDS merupakan persoalan serius yang tidak bisa ditangani hanya dengan intervensi medis. Dukungan masyarakat, khususnya tokoh agama dan tokoh masyarakat, sangat diperlukan untuk memberikan pemahaman tentang bahaya perilaku berisiko serta mengurangi stigma terhadap penderita HIV.
Ia menjelaskan bahwa Dinas Kesehatan bersama KPA Kota Bekasi secara rutin memantau perkembangan penyakit menular maupun tidak menular, dengan langkah preventif serta penanganan lanjutan. Edukasi berbasis moral dan religius dinilai penting agar masyarakat lebih memahami pencegahan sejak dini.
Baca Juga: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Dukung Seleksi Persipasi 2025-2026, Target Tembus Liga 2
“Bekasi adalah kota yang menjunjung nilai-nilai religius. Peran tokoh agama dalam menyebarkan informasi sehat dan mengurangi stigma sangat krusial dalam menekan penyebaran HIV/AIDS,” ujar Abdul Harris, Senin, 15 September 2025.
Wakil Wali Kota menambahkan, strategi pencegahan ini tidak hanya untuk mengurangi jumlah kasus, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, keluarga, dan lingkungan. Dengan begitu, generasi mendatang diharapkan terlindungi dari ancaman HIV/AIDS.




