BEKASI.POJOKSATU.id - Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, kembali menghidupkan tradisi perkemahan bagi pelajar di kawasan Taman Hutan Kota.

Gagasan tersebut disampaikan dalam aksi bersih lingkungan yang digelar hari ini, melibatkan warga dan siswa dari berbagai sekolah.

Tri mengatakan, Taman Hutan Kota yang dulu kerap menjadi lokasi kemah siswa akan kembali dimaksimalkan sebagai ruang edukasi outdoor.

Menurutnya, kegiatan yang sempat berjalan rutin itu penting untuk menumbuhkan karakter, kemandirian, serta kedisiplinan generasi muda.

Baca Juga: Wali Kota Bekasi Harapkan Rencana Strategis Pemprov Jabar-KAI Berjalan Lancar

“Dulu kawasan Hutan Kota ini sering dipakai perkemahan siswa. Sekarang kita kembalikan lagi fungsinya agar ruang publik ini lebih bermanfaat untuk aktivitas kemah pelajar,” ujar Tri, Rabu, 26 November 2025.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan Dinas Pendidikan Kota Bekasi untuk mulai menyusun ulang jadwal kegiatan Perkemahan Jumat, Sabtu, dan Minggu (Perjusami) secara berkala.

Program tersebut diharapkan menjadi wadah pembentukan mental dan pembiasaan perilaku peduli alam.

“Anak-anak kita butuh ruang untuk relaksasi sekaligus mengenal alam. Justru dari sana mental dan kepribadian mereka terbentuk. Kegiatan kemah akan kita hadirkan kembali agar mereka juga bisa ikut menjaga lingkungan,” tambahnya.

Selain aspek pembinaan karakter, keterlibatan siswa dalam kegiatan bersih-bersih hutan kota dinilai menjadi contoh konkret pemanfaatan ruang publik untuk hal-hal positif.

Baca Juga: Kejar Target Akhir Tahun, Progres Infrastruktur Kota Bekasi Baru 48 persen hingga November 2025

Menurut Tri, kawasan tersebut juga bisa mendorong gaya hidup sehat, mulai dari aktivitas fisik seperti jogging, olahraga, hingga menjadi alternatif ruang interaksi sosial yang edukatif.

Tak hanya itu, penataan area Taman Hutan Kota juga terus dioptimalkan. Pemerintah kota akan menata ulang zonasi pedagang serta meningkatkan pengelolaan kawasan agar lebih tertib, nyaman, dan ramah bagi seluruh pengunjung.

“Termasuk pengelolaan pedagang akan kita atur supaya lebih tertata. Yang penting, area ini memberi kenyamanan dan bisa menampung aktivitas positif bagi masyarakat dan anak-anak sekolah,” tutup Tri.***