BEKASI.POJOKSATU.id - Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) menggandeng pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dan PKK kecamatan se-Kota Bekasi dalam festival kuliner “Makanan Etnik” yang berlangsung di Balai Patriot, Rabu, 26 November 2025.

Kegiatan ini menampilkan aneka kreasi makanan etnik Nusantara yang dikemas lebih modern dan inovatif, sekaligus menjadi wadah promosi kuliner tradisional berbasis bahan pangan lokal.

Fokus utamanya adalah memperkenalkan kekayaan kuliner daerah serta mendorong pemanfaatan komoditas pangan khas Bekasi agar memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih kuat.

Sebanyak 12 kecamatan ambil bagian dengan menghadirkan olahan berbahan ikan lokal seperti lele dan gabus.

Baca Juga: Pemkot Bekasi Rotasi 38 Pejabat Eselon 3 dan 4, Wali Kota: Birokrasi Harus “Tancap Gas”

Produk tersebut dikembangkan menjadi sajian kekinian tanpa menghilangkan karakter dan identitas kuliner nusantara, sekaligus membuka peluang penguatan produk unggulan daerah di sektor pangan.

Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris yang membuka acara menyampaikan dukungannya kepada para pelaku IKM yang terus bergerak di sektor kuliner.

“Ini langkah penting dalam memfasilitasi industri kecil untuk meningkatkan kapasitas usaha, baik melalui pendampingan, penguatan perangkat usaha, hingga promosi publikasi. Harapannya, olahan ini bisa menjadi sajian bergizi, mudah diolah, dan diterima semua kalangan,” ujar dia.

Baca Juga: Profil dan Harta Kekayaan Dirut Perumda Tirta Patriot, Viral Karena Tertidur saat Rapat

Dalam kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Kota Bekasi, Wiwiek Hargono, turut hadir bersama Pokja 3, sekaligus menjalankan agenda selaras dengan 10 Program Pokok PKK, khususnya dalam mendorong keluarga agar berperan aktif mewujudkan pemenuhan pangan yang berkualitas dan bergizi.

Ketua TP PKK juga memimpin proses penilaian kompetisi kreasi makanan etnik antar-kecamatan, yang mencakup aspek kreativitas menu, kebaruan inovasi, penggunaan bahan baku lokal, hingga kandungan gizi pada setiap sajian.

Dalam pernyataannya, Wiwiek menekankan peran pemberdayaan keluarga lewat inovasi pangan lokal.

“PKK hadir untuk mendorong keluarga berinovasi mengolah bahan pangan lokal, agar memiliki nilai tambah dan menjadi kebanggaan daerah,” kata dia.

Baca Juga: Wali Kota Bekasi Pimpin Mediasi Eks Karyawan vs Damai Putra Group, Pastikan Hak Pekerja dan Iklim Usaha Seimbang

Acara ini juga dihadiri Sekretaris Daerah Kota Bekasi, serta mendapatkan respons positif dari peserta dan pelaku IKM yang mengikuti kegiatan dengan antusias tinggi.

Melalui festival ini, Disdagperin menegaskan komitmen Pemkot Bekasi dalam mendampingi IKM, sekaligus memperkuat identitas kuliner lokal sebagai bagian dari kekayaan budaya Nusantara.***