BEKASI.POJOKSATU.id – Pembangunan skatepark di Kota Bekasi yang berlokasi di kolong flyover Summarecon kini menjadi perbincangan hangat publik. Proyek tersebut mencuri perhatian setelah progres pembangunannya diunggah ke media sosial dan menjangkau audiens lintas daerah hingga luar negeri.
Unggahan pembangunan skatepark itu dibagikan langsung melalui akun Instagram Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto (@mastriadhianto). Dalam unggahan tersebut ditampilkan pemanfaatan ruang kolong flyover yang disulap menjadi ruang publik ramah komunitas olahraga urban, khususnya bagi generasi muda. Pesan yang disampaikan menekankan pentingnya kreativitas dalam mengelola ruang kota agar aman, produktif, dan berdampak sosial.
Respons positif pun mengalir deras dari warganet. Tak hanya warga Bekasi, komentar apresiasi datang dari berbagai daerah seperti Garut, Tasikmalaya, Tangerang, Bogor, Palembang, Makassar, hingga Lampung. Banyak dari mereka bahkan menandai akun kepala daerah setempat sebagai bentuk harapan agar konsep serupa bisa diterapkan di wilayah masing-masing.
Baca Juga: Update 28 Desember: Penumpang di Terminal Bekasi Tembus 2.526 Orang
Menariknya, antusiasme juga datang dari luar negeri. Sejumlah warganet asal Malaysia turut mengomentari unggahan tersebut dan menandai Kementerian Belia dan Sukan Malaysia. Skatepark kolong flyover di Bekasi dinilai relevan dengan kebutuhan anak muda dan bisa menjadi contoh pemanfaatan ruang kota yang efektif.
Menanggapi fenomena ini, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menilai tingginya respons publik sebagai gambaran kebutuhan ruang publik yang sama di berbagai daerah.
“Respons ini menunjukkan bahwa kebutuhan ruang publik untuk anak muda memang nyata dan dirasakan luas. Ketika satu kota memulai, daerah lain ikut berharap. Yang terpenting, ruang kota harus benar-benar hidup dan produktif,” ujarnya.
Tri Adhianto juga menjelaskan bahwa pembangunan skatepark kolong flyover dilakukan melalui skema kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta. Pendanaan proyek memadukan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan dukungan Corporate Social Responsibility (CSR).
Menurutnya, model kolaborasi tersebut menjadi solusi efektif untuk menghadirkan ruang publik berkualitas tanpa membebani anggaran daerah secara berlebihan, sekaligus melibatkan peran dunia usaha dalam pembangunan kota.
Baca Juga: Malam Tahun Baru di Kota Bekasi, 456 Petugas Kebersihan dan 71 Truk Sampah Disiagakan
“Kolaborasi adalah kunci. Ketika pemerintah, swasta, dan komunitas bergerak bersama, ruang-ruang yang sebelumnya terabaikan bisa dihidupkan kembali dan memberikan manfaat nyata,” tambahnya.
Fenomena ini menempatkan Kota Bekasi sebagai salah satu contoh praktik penataan kota yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat. Dari satu unggahan media sosial, diskursus tentang ruang publik berkembang menjadi isu bersama yang dirasakan komunitas anak muda lintas daerah, bahkan lintas negara.***




