BEKASI.POJOKSATU.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengakui bahwa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasbulloh Abdulmajid Kota Bekasi memiliki hutang operasional hingga mencapai Rp 70 miliar.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, mengaku, bahwa persoalan tersebut harus dilihat dalam kerangka relaksasi dan penataan ulang manajemen Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Kota Bekasi.
“Jani harusnya dalam konstelasi relaksasi, bahwa hari ini RSUD ada terkait dengan jumlah tanggungan yang harus ditanggung oleh BLUD, bahwa pada kurang lebih sekira Rp 70 miliar yang memang harus kami selesaikan terkait dengan proses operasional RSUD yang ada,” kata Tri, dikutip, Sabtu 10 Januari 2026.
Menurut Tri, bahwa kondisi tersebut harus adanya langkah efisiensi dan juga perbaikan manajemen, agar operasional rumah sakit tetap berjalan secara proporsional.
Untuk itu, Tri meminta kepada Manajemen RSUD unt menyesuaikan langkah-langkah kebijakan dengan kemampuan dan kondisi keuangan yang ada saat ini.
“Oleh karena itu saya sudah memperintahkan kepada manajemen untuk melakukan langkah-langkah disesuaikan dengan tentu kemampuan dan kondisi yang ada,” tegas Tri.
Baca Juga : Gaji Aparatur Desa Sumberjaya Mandek Sejak Agustus 2025, Ratusan Pegawai Tak Terima Honor
Menurut Tri, sebagian upaya yang diambil adalah pengurangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Lalu untuk teknis pelaksanaannya diserahkan sepenuhnya kepada manajemen RSUD.
“Jadi saya kira bagaimana pengurangan itu hanya dilakukan terkait dengan jumlah Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang kemudian harus mereka keluarkan, nanti kalau secara teknis Saya kira direktur RSUD tapi kebijakannya adalah secara umum itu,” ujar Tri.
Dirinya menuturkan, kondisi keuangan RSUD sudah berlangsung cukup lama dan baru dilakukan pemetaan menyeluruh setelah pergantian kepemimpinan.
“Kami sama-sama menanggulangi terkait dengan proses yang mungkin sudah terjadi begitu lama, begitu audit yang pada saat penyerahan direktur RSUD yang baru kita harus melakukan mapping dan kondisi ini yang harus kita perbaiki,” pungkas dia.***




