BEKASI.POJOKSATU.id - Ratusan aparatur dan unsur kelembagaan Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, hingga kini belum menerima gaji sejak Agustus 2025. Mandeknya pembayaran honor tersebut dipicu oleh tertahannya penyaluran Dana Desa tahap kedua, yang berkaitan dengan kasus dugaan korupsi Dana Desa. Kasus tersebut berdampak pada keuangan dan operasional pemerintahan desa.
Kepala Urusan Perencanaan Desa Sumberjaya, Marhidin, menyebutkan jumlah aparatur dan lembaga desa yang belum menerima gaji mencapai sekitar 600 orang.
“Total ada 600 orang yang belum digaji, terdiri dari 382 RT, 58 RW, 30 kader PKK, 27 perangkat desa, enam petugas penggali kubur, tujuh LPM, serta enam unsur lainnya,” ujar Marhidin, Jumat, 9 Januari 2026.
Baca Juga: Ironi Kantor Desa Sumberjaya: Listrik Diputus PLN karena Tunggakan Satu Bulan
Ia menjelaskan, Dana Desa dicairkan secara bertahap dengan skema 60 persen dan 40 persen. Namun, hingga saat ini, pencairan tahap kedua sebesar 40 persen belum direalisasikan.
“Yang 40 persen itu belum cair, termasuk untuk pembayaran honor kami dan unsur kelembagaan lainnya,” tegasnya.
Marhidin mengungkapkan, kondisi tersebut sangat memprihatinkan karena para pegawai desa tetap dituntut menjalankan tugas secara profesional meski tidak menerima gaji berbulan-bulan.
“Bukan hanya miris, kami bahkan sampai menjual barang-barang pribadi untuk bertahan, sementara pekerjaan tetap harus dijalankan dengan profesional,” katanya.
Baca Juga: Meski Listrik Tak Menyala di Kantor Desa Sumberjaya, Pelayanan Warga Tetap Berjalan
Sementara itu, Penjabat Kepala Desa Sumberjaya, Ike Rahmawati, meminta pemerintah tidak mengabaikan nasib aparatur desa yang terdampak langsung akibat persoalan hukum tersebut.
“Tolong juga dipikirkan kami dan anak istri kami,” ucap Ike.
Ia menegaskan, keterbatasan anggaran membuat kinerja pemerintahan desa sangat terhambat. Kondisi tersebut, menurutnya, ibarat berperang tanpa dukungan logistik.
“Bukan sekadar terhambat, ini seperti orang berperang tapi tidak punya amunisi. Kami bahkan kesulitan untuk makan,” demikian kata dia.***




