BEKASI.POJOKSATU.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi akan mengucurkan dana sebesar Rp 20 miliar, untuk pembangunan polder dan sumur resapan di sejumlah wilayah.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, menjelaskan, pembangunan polder dan sumur resapan diharapkan bisa mencegah terjadinya banjir.
Hal ini dikarenakan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan puncak penghujan terjadi pada Januari 2026.
"Kita akan mengalokasikan anggaran hampir Rp20 miliar tahun ini," ucap Tri, Sabtu 17 Januari 2026.
Tri mengaku, bahwa pembangunan proyek tersebut sudah dimulai sejak awal Januari. Saat ini, pembangunannya sudah dilakukan di kawasan Jatiwaringin.
"Salah satunya misalnya hari ini Jatiwaringin. Untuk kemudian menyodet saluran yang nanti di Jalan Raya Jatiwaringin untuk kemudian kita buang ke Kali Cakung, Kali Sunter," ujar Tri.
Selain itu, Pemkot Bekasi juga akan membuat sumur resapan di sejumlah wilayah yang sudah tidak memungkinkan untuk pembangunan polder. Nantinya, polder itu berukuran satu meter dengan kedalam mencapai 40 meter.
"Jadi kalau memang di wilayah-wilayah yang sudah tidak memungkinkan air itu digerakkan lagi. Ya sudah, mau tidak mau kita bikin sumur resapan 1x40 meter," jelas dia.
Tri menambahkan kondisi geografi Kota Bekasi yang berada di dataran rendah membuat persoalan banjir tak bisa ditangani dengan satu cara.
“Hujan datang bareng-bareng, salurannya kecil jadi (airnnya) harus antre. Tapi berbagai upaya terus kita lakukan. Doanya satu, jangan barengan semua, hujan (dan) di hulu rob, semuanya datang bersamaan,” jelas Tri.***




