BEKASI.POJOKSATU.ID - Kerusakan parah Jalan Nonon Sonthanie, Bekasi Timur, kini menjadi ancaman nyata bagi aktivitas harian warga dan pengendara.

Lubang-lubang jalan yang kian melebar akibat hujan deras dalam beberapa pekan terakhir memaksa kendaraan roda dua maupun roda empat melaju pelan dan berbelok zig-zag demi menghindari bahaya.

Kondisi ini tak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat malam hari.

Baca Juga: Kabupaten Bekasi Diguncang Gempa M 2,7, BMKG Catat Kedalaman Dangkal 7 Km

Pantauan di lokasi menunjukkan air kerap menggenang dan menutupi batas aman jalan, membuat pengendara sulit mengenali lubang yang cukup dalam.

Sejumlah pengendara tampak harus mengerem mendadak atau berpindah jalur secara tiba-tiba.

Situasi tersebut berpotensi memicu tabrakan, khususnya pada jam sibuk dan ketika jarak pandang terbatas.

Baca Juga: Jalan Rusak Parah di Bekasi Belum Diperbaiki Total, Wali Kota Minta Warga Bersabar

Seorang pengendara sepeda motor mengaku harus ekstra waspada setiap melintasi ruas tersebut.

“Kalau malam lebih bahaya, lubangnya ketutup air. Salah sedikit bisa jatuh,” ujarnya.

Bagi warga sekitar, kondisi jalan rusak bukan lagi persoalan sesaat, melainkan rutinitas berisiko yang harus dihadapi setiap hari.

Baca Juga: Polres Metro Bekasi Kota Perkuat Tim Jaga Jakarta dengan Kendaraan Dinas dan Rompi Antipeluru

Kekhawatiran serupa juga disuarakan Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Saifuddaulah.

Ia menegaskan bahwa dampak jalan rusak telah dirasakan langsung oleh masyarakat dan tidak boleh dibiarkan berlarut.

“Inventarisir segera dilaksanakan, tapi harus ada tindak lanjut. Jangan sampai hanya didata, tapi dibiarkan sampai muncul komplain atau korban,” tegasnya, Minggu 25 Januari 2026.

Menurut Saifuddaulah, jalan merupakan fasilitas publik vital yang menunjang aktivitas ekonomi dan sosial warga.

Ketika kondisinya rusak, yang dirugikan adalah masyarakat luas, mulai dari pekerja yang harus berangkat lebih awal hingga pengendara yang mempertaruhkan keselamatan di jalan.

Baca Juga: Ikonik dan Ramai Sampai Dini Hari, 10 Kuliner Malam Legendaris Jakarta

Ia menekankan perlunya penanganan darurat, khususnya untuk ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kota Bekasi.

“Yang jadi kewenangan daerah segera dikerjakan. Untuk jalan provinsi dan nasional, Pemkot harus aktif berkoordinasi agar perbaikan tidak berlarut,” tambahnya.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyatakan bahwa jalan dengan tingkat kerusakan berat akan diprioritaskan untuk penanganan cepat.

Baca Juga: Hujan Deras Lumpuhkan Akses, Ini Jalur Alternatif Jakarta Bekasi yang Jadi Penyelamat

“Kalau bolongnya sudah sangat parah tentu harus dilakukan pemeliharaan secepat mungkin,” ujarnya.

Namun, ia mengakui bahwa perbaikan skala besar seperti pelapisan ulang menyeluruh masih menunggu kondisi cuaca yang lebih bersahabat agar hasilnya bertahan lama.

Sambil menunggu perbaikan permanen, warga dan pengendara tetap harus berjibaku dengan jalan rusak yang mengintai keselamatan.

Setiap perjalanan di Jalan Nonon Sonthanie kini menjadi pengingat bahwa infrastruktur yang buruk bukan sekadar persoalan teknis, melainkan persoalan keselamatan dan kualitas hidup warga.***