BEKASI.POJOKSATU.ID - Hujan deras yang turun tanpa jeda sejak Kamis 22 Januari 2026 kembali menguji ketahanan mobilitas warga Jabodetabek.

Sejumlah wilayah di Jakarta serta Kota dan Kabupaten Bekasi dilaporkan terendam banjir, mulai dari kawasan permukiman hingga ruas jalan utama yang selama ini menjadi tulang punggung pergerakan warga.

Kondisi tersebut membuat perjalanan Jakarta–Bekasi bukan lagi sekadar soal macet, melainkan juga soal keselamatan dan ketepatan memilih jalur.

Baca Juga: Jalur Fungsional Arus Mudik Disiapkan, Jasa Marga Targetkan Pemecah Kepadatan Lebaran 2026

Di Bekasi, genangan air muncul di berbagai titik seperti Perum Taman Narogong Indah, Jatibening Permai, Perum Dosen IKIP, Rawalumbu, hingga Mustika Jaya.

Ketinggian air bervariasi, dari sekadar mengganggu kendaraan roda dua hingga mencapai hampir satu meter di sejumlah kawasan perumahan.

Dampak lanjutan pun terasa di ruas Tol Jakarta–Cikampek yang kerap mengalami kepadatan parah saat hujan ekstrem mengguyur.

Baca Juga: Tekan Aksi Kriminal, Polsek Bantargebang Intensifkan Operasi Kejahatan Jalanan

Dalam situasi seperti ini, penguasaan jalur alternatif Jakarta–Bekasi menjadi bekal penting bagi pengendara.

Jalur Inspeksi Kalimalang, baik sisi utara maupun selatan, kembali menjadi andalan.

Meski padat pada jam sibuk, jalur ini relatif lebih adaptif karena memiliki banyak akses keluar masuk permukiman dan kawasan bisnis.

Bagi pengendara yang ingin menghindari hambatan lampu lalu lintas, Tol Becakayu kerap dipilih karena posisinya yang melayang di atas Kalimalang dan relatif minim genangan.

Arteri Jatiwaringin–Raya Pondok Gede juga menjadi pilihan populer bagi warga Jakarta Timur yang menuju Bekasi Barat atau Pekayon.

Jalur ini cukup lebar dan ditunjang fasilitas umum, meski kepadatan di persimpangan tetap perlu diantisipasi.

Sementara itu, Jalan Raya Bekasi–Sultan Agung di kawasan Kranji masih menjadi akses penting bagi kendaraan dari Cakung dan Jakarta Utara, walau rawan genangan saat hujan berkepanjangan.

Alternatif lain datang dari jaringan jalan lingkar seperti JORR Jati Asih–Pekayon dan rute Cibubur–Narogong yang menghubungkan Tol Jagorawi ke Bekasi Timur.

Jalur ini relatif lebih lengang dibandingkan pusat kota Bekasi, meski terdapat beberapa titik penyempitan yang membutuhkan kewaspadaan ekstra.

Dalam kondisi tertentu, Tol Japek II Selatan yang masih bersifat fungsional juga kerap dibuka sebagai solusi darurat untuk mengurai kepadatan Tol Jakarta–Cikampek.

Rute-rute lokal seperti kawasan Galaxy, Jati Asih, Jalan Chairil Anwar hingga akses Tol JORR Akses Tanjung Priok menuju Kranji pun menjadi “jalur penyelamat” bagi banyak pengendara.

Baca Juga: Jasa Marga Perkuat Persiapan Libur Idul Fitri 2026, Tinjau Kesiapan Jalur di DIY dan Jateng

Fleksibilitas memilih rute menjadi kunci utama agar tidak terjebak genangan yang dapat berubah cepat seiring intensitas hujan.

Pengendara diimbau untuk selalu memantau kondisi lalu lintas dan laporan genangan secara real-time sebelum berangkat.

Di tengah cuaca ekstrem, perjalanan Jakarta–Bekasi menuntut kewaspadaan lebih, perencanaan matang, serta kesiapan mengubah rute sewaktu-waktu.

Dengan mengenali jalur-jalur alternatif tersebut, risiko terjebak banjir dan kemacetan setidaknya dapat diminimalkan, meski hujan ekstrem masih menjadi tantangan tahunan kawasan ini.***