BEKASI.POJOKSATU.ID - Sorotan terhadap program Makanan Bergizi Gratis mendorong pengelola untuk membuka rincian anggaran secara transparan.
Setiap porsi menu besar MBG diketahui memiliki total anggaran sebesar Rp15 ribu, dengan pembagian biaya yang telah ditetapkan secara terstruktur.
Sebagai mitra Badan Gizi Nasional, Yayasan Kasih Persada Nusantara melalui SPPG Kranji I memaparkan secara rinci komponen biaya dalam setiap paket yang dibagikan kepada siswa.
Baca Juga: Bandar Ganja Bekasi Gunakan Modus Kopi Bubuk, Transaksi Sasar Kalangan Muda via Medsos
PIC Yayasan Kasih Persada Nusantara, Fandi Achmad Maulana, menjelaskan bahwa dari total Rp15 ribu untuk menu besar, sebesar Rp10 ribu dialokasikan khusus untuk bahan baku makanan.
Sementara Rp2 ribu digunakan sebagai insentif fasilitas mitra, dan Rp3 ribu untuk biaya operasional, termasuk gaji relawan serta kebutuhan distribusi.
“Total anggaran menu besar Rp15 ribu. Rinciannya Rp10 ribu untuk bahan baku, Rp2 ribu insentif fasilitas mitra, dan Rp3 ribu operasional seperti gaji relawan,” ujar Fandi, dikutip dari Radar Bekasi, 5 Maret 2026.
Baca Juga: SPPG Kranji I Benahi Kualitas Menu MBG Usai Jadi Sorotan, Janji Tak Ada Lagi Kasus Keracunan
Adapun untuk menu kecil, struktur pembiayaannya sedikit berbeda. Bahan baku dialokasikan sebesar Rp8 ribu, Rp2 ribu untuk insentif fasilitas, dan Rp3 ribu untuk operasional.
Dengan demikian, meski nominal bahan baku berbeda, komponen biaya lainnya tetap konsisten.
Transparansi ini dinilai penting untuk menjawab pertanyaan masyarakat terkait kualitas menu yang diterima siswa.
Baca Juga: Wamen PANRB: Sistem Merit Fondasi Birokrasi Profesional Menuju World Class Bureaucracy 2045
Paket MBG sendiri terdiri dari susu satu liter, keju, dua telur rebus, dua pisang ambon, dan roti tawar untuk menu kecil.
Sementara menu besar mendapat tambahan kornet sapi sebagai sumber protein tambahan.
Fandi menegaskan bahwa penyusunan menu tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan berdasarkan rekomendasi ahli gizi.
Komposisi tersebut dirancang agar memenuhi kebutuhan nutrisi anak sekolah.
“Terkait dengan menu, kami selaku yayasan atau mitra itu selalu berkoordinasi dengan ahli gizi, apa saja yang direkomendasikan oleh ahli gizi,” ucapnya.
Baca Juga: Hadiri Sosialisasi Permen PANRB 19/2025, Sekda Kota Bekasi Tegaskan Penguatan Sistem Merit
Menurutnya, transparansi anggaran menjadi bagian dari upaya menjaga akuntabilitas program publik.
Dengan membuka rincian biaya, masyarakat dapat memahami bahwa dana yang dialokasikan tidak hanya untuk bahan makanan, tetapi juga mencakup distribusi dan dukungan operasional.
Penanggung jawab MBG di SDN Bintara II, Ahmad Lauhil Mahfudz, menyebut bahwa kualitas menu yang diterima siswa sejauh ini sesuai harapan.
Baca Juga: Hari Pertama Dibuka, Motis 2026 Langsung Diserbu Pemudik, Stasiun Bekasi Dipadati Antrean
“Alhamdulillah menu MBG hari ini sangat sesuai apa yang diinginkan oleh pihak sekolah dan orangtua murid. Yang terpenting ada susu dan intinya makanya layak,” ungkapnya.
Transparansi anggaran ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap program MBG.
Dengan struktur biaya yang jelas serta pengawasan berkelanjutan, pengelola berharap kualitas makanan tetap terjaga dan manfaatnya benar-benar dirasakan siswa.
Program MBG menjadi salah satu intervensi gizi yang membutuhkan tata kelola keuangan yang akuntabel.
Keterbukaan informasi seperti ini dinilai sebagai langkah penting dalam memastikan dana publik digunakan sesuai peruntukan dan memberikan dampak nyata bagi penerima manfaat.***




