BEKASI.POJOKSATU.ID - Tri Adhianto menegaskan bahwa perundungan atau bullying di lingkungan pendidikan bukan persoalan yang bisa dianggap remeh. Menurutnya, sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi siswa untuk belajar sekaligus berkembang secara optimal.
Ia menilai upaya pencegahan perundungan perlu dimulai sejak dini dengan menanamkan nilai empati, kepedulian, serta sikap saling menghargai di kalangan pelajar.
“Perundungan bukan hal sepele. Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang. Agen perubahan ini memiliki peran penting untuk saling menjaga dan saling mengingatkan,” ujar Tri, Rabu, 11 Maret 2026.
Baca Juga: Pemkot Bekasi Perluas Program Beasiswa untuk Ribuan Pelajar hingga Mahasiswa
Tri juga menekankan pentingnya keberanian siswa untuk bersikap dan tidak membiarkan praktik perundungan terjadi di lingkungan sekolah. Menurutnya, pelajar yang memiliki kepedulian terhadap sesama dapat menjadi penggerak perubahan dalam menciptakan budaya sekolah yang lebih positif.
“Saya berharap para siswa yang menjadi agen perubahan bisa berani bersikap, peduli terhadap teman, dan menjadi contoh yang baik. Dari sekolah yang bebas perundungan, kita bisa membangun generasi yang kuat dan berkarakter,” tambahnya.
Ia menilai bahwa pembentukan karakter siswa menjadi kunci penting dalam mencegah perundungan. Dengan lingkungan sekolah yang aman dan saling menghormati, proses pendidikan dapat berjalan lebih sehat serta mendukung perkembangan mental maupun sosial para pelajar.
Baca Juga: Disnaker Kota Bekasi Dorong Kerja Sama Penempatan Pekerja Migran yang Aman
Pemerintah daerah, kata Tri, juga terus mendorong berbagai program pendidikan yang menanamkan nilai kebersamaan, toleransi, dan saling menghargai sebagai bagian dari upaya membangun generasi muda yang kuat secara moral dan karakter. (adv)




