BEKASI.POJOKSATU.ID - Arus balik Lebaran 2026 tak hanya membawa pemudik kembali ke Kota Bekasi, tetapi juga memicu datangnya gelombang pendatang baru yang berpotensi menimbulkan persoalan sosial dan ekonomi.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Ahmadi, mengingatkan bahwa lonjakan pendatang tanpa persiapan yang matang dapat meningkatkan risiko pengangguran hingga berbagai masalah sosial di wilayah perkotaan.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu diantisipasi sejak dini oleh pemerintah daerah hingga tingkat lingkungan seperti RT dan RW.
“Kalau hanya bermodal nekat, dikhawatirkan akan memicu persoalan sosial baru,” ujar Ahmadi, dikutip dari Radar Bekasi, Selasa 24 Maret 2026.
Baca Juga: 927 Warga Binaan Lapas Bekasi Terima Remisi Idul Fitri 1447 H, 8 Langsung Bebas di Hari Raya
Ia menjelaskan bahwa salah satu persoalan utama yang kerap muncul dari fenomena ini adalah meningkatnya jumlah pencari kerja yang tidak sebanding dengan ketersediaan lapangan pekerjaan di Kota Bekasi.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu masalah lain seperti kemiskinan, ketimpangan sosial, hingga meningkatnya angka kriminalitas jika tidak dikelola dengan baik.
Ahmadi menegaskan pentingnya kesiapan pendatang sebelum memutuskan datang ke Bekasi, terutama dalam hal keterampilan kerja dan kelengkapan administrasi kependudukan.
Menurutnya, dokumen kependudukan sangat penting karena berkaitan langsung dengan akses terhadap layanan publik serta berbagai fasilitas pemerintah.
Baca Juga: Arus Balik Meningkat, Jasa Marga Terapkan One Way dan Contraflow Demi Kelancaran
Selain itu, keberadaan keluarga atau relasi di daerah tujuan juga menjadi faktor penting untuk membantu proses adaptasi pendatang di lingkungan baru.
“RT/RW harus mendata dan melaporkan. Minimal kita punya data jika terjadi sesuatu,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa Kota Bekasi tetap terbuka bagi siapa saja yang ingin datang dan mencari kehidupan yang lebih baik.
Namun, ia mengingatkan bahwa persaingan kerja di kota ini semakin ketat, sehingga pendatang harus memiliki kesiapan yang cukup.
“Pendatang harus punya keterampilan dan kesiapan untuk bersaing,” tegas Tri.
Ia menambahkan bahwa meskipun peluang kerja masih tersedia di berbagai sektor, tidak semua pencari kerja dapat langsung terserap karena keterbatasan lapangan pekerjaan.
Baca Juga: Arus Balik Trans Jawa Meningkat, 133 Ribu Kendaraan Menuju Jakarta via Cikampek Utama
“Masih ada peluang dan harapan. Tapi harus disiapkan skill, stamina, fisik, dan kesehatan,” tandasnya.
Pemerintah Kota Bekasi diharapkan dapat terus meningkatkan pengawasan serta pendataan pendatang baru, sekaligus memperkuat program pelatihan kerja guna menekan potensi munculnya masalah sosial pasca arus balik Lebaran.
Dengan kesiapan yang baik dari semua pihak, lonjakan pendatang diharapkan tidak menjadi beban, melainkan dapat berkontribusi positif terhadap pembangunan daerah.***




