BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kota Bekasi terus mendorong inovasi dalam pelayanan publik dengan memanfaatkan teknologi digital guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi layanan kepada masyarakat.

Langkah ini menjadi fokus utama pasca libur panjang Idul Fitri, di tengah meningkatnya kebutuhan administrasi warga.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan pentingnya transformasi digital dalam sistem pelayanan publik.

Menurutnya, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh aparatur untuk memberikan layanan yang lebih cepat, mudah, dan transparan.

Baca Juga: Arus Balik Belum Usai, Penumpang Datang ke Bekasi Masih Jauh Lebih Banyak dari Keberangkatan

Hal tersebut disampaikan saat dirinya melakukan pemantauan langsung ke sejumlah titik layanan publik seperti Badan Pendapatan Daerah, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta Mal Pelayanan Publik Kota Bekasi.

Dalam kunjungannya, Tri melihat langsung proses pelayanan sekaligus berdialog dengan petugas dan masyarakat.

Ia menilai bahwa pemanfaatan teknologi menjadi salah satu kunci untuk menjawab tantangan pelayanan di era modern.

“Kita ingin pelayanan kepada masyarakat tidak hanya cepat, tetapi juga memanfaatkan teknologi agar lebih efisien dan transparan,” ujar Tri, Kamis 26 Maret 2026.

Baca Juga: Bekasi Tetap Jadi Magnet Urbanisasi, Ribuan Pendatang Serbu Kota Penyangga Jakarta Usai Lebaran

Menurutnya, inovasi digital dapat membantu memangkas proses birokrasi yang berbelit serta memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan tanpa harus datang langsung ke kantor.

Tri juga mendorong seluruh Aparatur Sipil Negara untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan meningkatkan kompetensi digital mereka.

Hal ini penting agar pelayanan publik tidak tertinggal dan mampu mengikuti kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis.

“Pelayanan publik harus mengikuti perkembangan zaman. ASN harus adaptif terhadap teknologi agar pelayanan bisa lebih efektif dan memudahkan masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, Pemkot Bekasi juga memastikan bahwa sistem kerja fleksibel seperti Work From Anywhere tetap didukung dengan pemanfaatan teknologi digital agar tidak mengganggu pelayanan.

Dengan sistem tersebut, aparatur tetap dapat memberikan layanan secara optimal meskipun tidak selalu berada di kantor.

Hal ini sekaligus menjadi bagian dari transformasi menuju pemerintahan yang lebih modern.

Baca Juga: 16 Tahun Summarecon Bekasi, Dari Kawasan Hunian Jadi Pusat Gaya Hidup Modern

Tri menambahkan bahwa pelayanan publik merupakan wajah pemerintah di mata masyarakat.

Oleh karena itu, inovasi dan peningkatan kualitas layanan harus terus dilakukan secara berkelanjutan.

Ia berharap seluruh perangkat daerah dapat terus berinovasi, memanfaatkan teknologi, serta memberikan pelayanan yang lebih baik, responsif, dan profesional kepada masyarakat.

“Kita ingin menghadirkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan berbasis teknologi agar masyarakat merasa lebih mudah dan nyaman,” pungkasnya.***