BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kota Bekasi menghadapi kendala serius dalam upaya menambah kapasitas lahan pemakaman.

Di tengah kebutuhan yang terus meningkat, perluasan Tempat Pemakaman Umum Perwira di Bekasi Utara justru terhambat kondisi lahan yang sudah terkurung kawasan perumahan.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kota Bekasi, Widayat Subroto, mengungkapkan bahwa ruang tersisa di TPU Perwira kini sangat terbatas dan hampir tidak memungkinkan untuk diperluas.

“Sisanya itu 3 ribu meter, karena itu sudah terkurung komplek sehingga sudah tidak mungkin kita bebaskan lagi,” ujar Widayat.

Baca Juga: Per 29 Maret 2026, Arus Balik Lebaran 2026 Masih Meningkat

Kondisi ini membuat TPU Perwira menjadi satu-satunya lokasi pemakaman milik Pemkot Bekasi yang berada di ambang keterisian penuh.

Sementara dua TPU lainnya, yakni Padurenan dan Jatisari, masih memiliki ketersediaan lahan yang relatif aman.

Namun, solusi jangka panjang yang disiapkan pemerintah daerah juga belum bisa segera direalisasikan.

Pemkot Bekasi telah menyiapkan lahan baru seluas sekitar 30 hektare di wilayah Bantargebang.

Baca Juga: Kapolres Metro Bekasi Raih Penghargaan DPR RI, Diapresiasi atas Penyelesaian Konflik Warga

Lahan tersebut berasal dari kewajiban pengembang untuk penyediaan fasilitas pemakaman.

Sayangnya, keberadaan lahan tersebut belum dapat dimanfaatkan dalam waktu dekat.

Salah satu kendala utama adalah belum tersedianya akses jalan menuju lokasi pemakaman baru tersebut.

“Rencana di tahun depan (2027), tahun ini kita masih proses perencanaan, tahun depan kita mulai pembebasan lahan untuk jalan dan pematangan lahan,” jelas Widayat, dikutip dari Radar Bekasi, 31 Maret 2026.

Keterbatasan akses ini menjadi hambatan krusial karena tanpa infrastruktur jalan yang memadai, lahan pemakaman tidak dapat difungsikan secara optimal.

Proses pembebasan lahan untuk akses jalan pun diperkirakan membutuhkan waktu dan anggaran yang tidak sedikit.

Baca Juga: Pembangunan Jembatan Garuda Dukung Program Nasional, Perkuat Konektivitas dan Ekonomi Warga

Situasi ini menempatkan Pemkot Bekasi dalam posisi dilematis. Di satu sisi, kebutuhan lahan pemakaman terus meningkat, terutama di wilayah padat seperti Bekasi Utara.

Di sisi lain, keterbatasan ruang dan kendala teknis membuat solusi yang ada belum bisa segera menjawab kebutuhan tersebut.

Jika tidak segera ditangani, kondisi ini berpotensi memicu krisis lahan pemakaman di masa mendatang, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan dengan tingkat kepadatan tinggi.***