BEKASI.POJOKSATU.ID - Duka menyelimuti insiden kebakaran di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di kawasan Cimuning, Mustika Jaya, Kota Bekasi. Salah satu korban yang sebelumnya mengalami luka bakar serius dilaporkan meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif.
Korban diketahui bernama Suyadi, yang bekerja sebagai petugas keamanan di lokasi SPBE PT Indogas Andalan Kita. Ia mengembuskan napas terakhir setelah beberapa hari dirawat akibat luka bakar yang cukup parah.
Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, membenarkan kabar tersebut sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
“Kemarin kami berduka cita meninggalnya satu orang yang bernama Suyadi. Beliau merupakan security di lokasi kejadian,” ujarnya, Senin, 6 April 2026.
Baca Juga: Luka Bakar 90 Persen, Sekuriti SPBE Cimuning Meninggal Usai Dirawat Intensif
Ia menjelaskan bahwa sejak awal korban telah mendapatkan penanganan medis secara maksimal. Namun, tingkat keparahan luka bakar yang dialami membuat nyawanya tidak dapat diselamatkan.
“Korban sempat dirawat secara intensif. Pemerintah tentu berupaya maksimal, tapi memang kondisi luka bakarnya cukup berat,” katanya.
Pemerintah Kota Bekasi memastikan seluruh hak korban akan dipenuhi, termasuk santunan yang disalurkan melalui BPJS Ketenagakerjaan.
“Sudah ditangani oleh BPJS Ketenagakerjaan. Insya Allah semua haknya akan diberikan, termasuk santunan untuk keluarga yang ditinggalkan,” jelasnya.
Baca Juga: Pantau SPBE hingga Pangkalan, Pertamina JBB Jaga Kelancaran Distribusi LPG untuk Masyarakat
Ia juga menyebutkan bahwa proses pemakaman telah dilakukan oleh pihak keluarga pada Minggu malam.
“Sudah dilakukan pemakaman tadi malam oleh pihak keluarga. Kami dari Pemkot Bekasi turut berduka dan mendoakan almarhum,” ucapnya.
Lebih lanjut, Pemkot Bekasi akan melakukan evaluasi menyeluruh atas insiden kebakaran tersebut, terutama terkait aspek keselamatan kerja dan perizinan.
“Kejadian ini tentu menjadi perhatian serius bagi kami. Akan ada evaluasi, terutama terkait aspek keselamatan dan perizinan,” tegasnya.
Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali, dengan menempatkan keselamatan pekerja dan masyarakat sebagai prioritas utama.
Diketahui, kebakaran SPBE di Cimuning sebelumnya sempat menimbulkan kepanikan warga karena kobaran api besar serta menyebabkan sejumlah korban luka. Hingga kini, penyebab pasti kejadian masih dalam proses penyelidikan oleh pihak terkait.***




