BEKASI.POJOKSATU.ID - Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 resmi dimulai dengan pelaksanaan kick off di Kota Bekasi.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas tenaga kerja dan memperluas peluang kerja di Indonesia.

Pelaksanaan kick off yang digelar di Gedung Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker ini menjadi langkah awal dalam mencetak tenaga kerja yang siap bersaing di dunia industri.

Dalam sambutannya, Yassierli menyampaikan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pelatihan keterampilan, tetapi juga menjamin peluang kerja bagi para peserta yang mengikuti pelatihan.

Baca Juga: Tekan Pengangguran, Pemkot Bekasi Dukung Pelatihan Vokasi Nasional 2026 dengan Target Serapan Kerja

"Yang paling penting adalah 50 persen dari peserta yang kick-off hari ini, offline dan online itu, sudah ada jaminan untuk dia bekerja," ujar Yassierli, dikutip dari laman resmi Pemkot Bekasi, 8 April 2026.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam pelaksanaan program vokasi tahun ini.

Dengan adanya jaminan tersebut, pelatihan vokasi dinilai lebih efektif karena langsung terhubung dengan kebutuhan industri.

Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyambut baik pelaksanaan program ini.

Baca Juga: Akhirnya Punya Gedung Sendiri! SMAN 21 Bekasi Segera Dibangun Tahun Ini, Siswa Tak Lagi Menumpang

Ia menilai pelatihan vokasi dapat menjadi solusi dalam mencetak tenaga kerja yang kompeten sekaligus menekan angka pengangguran.

“Kami menyambut baik atas terselenggaranya program pelatihan ini. Diharapkan dapat mencetak para tenaga kerja yang cakap dan profesional. Diharapkan juga pelatihan ini dapat menekan angka pengangguran yang ada,” ucapnya.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sangat penting dalam memastikan keberhasilan program ini.

Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, pelatihan vokasi diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Selain memberikan pelatihan, program ini juga membuka akses jejaring industri melalui para instruktur yang terlibat.

Peserta diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan keterampilan sekaligus memperluas peluang kerja.

Baca Juga: PPPK Jatiasih Dituntut Langsung Beri Dampak Nyata, Pelayanan Publik Jadi Sorotan

Yassierli pun mengingatkan para peserta untuk mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh agar hasil yang diperoleh dapat maksimal dan bermanfaat dalam jangka panjang.

"Kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan baik, belajar dengan sungguh-sungguh. Pastikan sertifikat di tangan. Gali sebanyaknya pengalaman dari para instruktur. Para instruktur mereka memiliki jejaring di Industri," pesannya.

Dengan dimulainya program ini, pemerintah berharap dapat menciptakan tenaga kerja yang lebih siap, kompetitif, dan mampu menjawab kebutuhan dunia industri yang terus berkembang.***