BEKASI.POJOKSATU.id -  Perayaan Hari Tari Sedunia di Kota Bekasi berlangsung semarak dengan digelarnya pertunjukan tari kolosal di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Ahmad Yani. Ribuan penari dari berbagai kalangan turut ambil bagian dalam aksi flash mob yang penuh semangat dan memikat perhatian masyarakat.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama Wakil Wali Kota Abdul Harris Bobihoe hadir langsung untuk memberikan dukungan kepada para peserta yang tampil dengan penuh antusias.

Dalam kesempatan tersebut, Tri Adhianto menegaskan bahwa tari tidak hanya sekadar seni pertunjukan, tetapi juga memiliki nilai intelektual yang merekam perjalanan budaya dan peradaban manusia.

Baca Juga: Lebaran Bekasi II Meriah, Ribuan Warga Padati Plaza Patriot Chandrabaga

“Tari adalah bagian dari hal intelektual yang tertulis dalam perjalanan budaya kita. Ini bukan hanya gerak, tapi identitas, nilai, dan sejarah yang harus terus kita jaga dan kembangkan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kekayaan budaya lokal Kota Bekasi, salah satunya seni tari tradisional ronggeng nyentrik yang memiliki jejak sejarah panjang sejak masa Kerajaan Tarumanegara.

“Bekasi melahirkan ronggeng nyentrik. Ini warisan budaya yang harus terus kita gali. Ke depan, kita akan membangun perpustakaan dan museum sebagai ruang pelestarian budaya, agar generasi muda mengenal dan mencintai akar budayanya,” tambahnya.

Penampilan tari massal ronggeng nyentrik menjadi salah satu daya tarik utama dalam kegiatan tersebut. Gerakan yang dinamis dan sarat makna mencerminkan semangat masyarakat Bekasi dalam menjaga kelestarian budaya di tengah perkembangan zaman

Baca Juga: Kejurkot Voli Pasir U-15 Bekasi Digelar, Tri Adhianto Dorong Pembinaan Atlet Muda.

Perayaan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga momentum untuk memperkuat identitas budaya serta menanamkan nilai-nilai tradisi dalam kehidupan masyarakat.

“Kita bukan hanya pelaku seni, tapi juga pejuang kehidupan yang menjaga dan menghidupkan budaya. Ini akan terus kita gali dan kembangkan,” tutup Tri.***