BEKASI.POJOKSATU.id – Pemerintah Kota Bekasi mulai menerapkan penggunaan bahasa Inggris dalam kegiatan pemerintahan melalui program one day English bagi aparatur sipil negara (ASN).

Kebijakan tersebut mulai dijalankan dalam berbagai forum resmi, salah satunya saat Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memimpin rapat pembahasan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Gedung Teknis Pemkot Bekasi, Rawalumbu, Jumat (24/4/2026).

Dalam rapat itu, seluruh peserta menggunakan bahasa Inggris, mulai dari jajaran Pemkot Bekasi hingga pihak perusahaan mitra, PT Wangneng Bekasi Environment Nusantara. Hadir pula Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kiswatiningsih serta Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Idi Susanto.

Tri Adhianto menegaskan, kebijakan tersebut bukan sekadar formalitas atau gaya, melainkan bagian dari proses pembelajaran berkelanjutan bagi ASN.

“Hari ini adalah minggu kedua Pemerintah Kota Bekasi untuk bisa berbahasa Inggris dalam satu hari. Dan ini tentu adalah suatu proses,” ujar Tri, Senin 27 April 2026.

Menurutnya, kemampuan bahasa Inggris menjadi kebutuhan penting, terutama dalam menghadapi kerja sama internasional yang kini semakin terbuka.

Ia mencontohkan kerja sama dengan perusahaan asal China, Wangneng, dalam pengembangan energi bersih berbasis pengolahan sampah. Dalam konteks tersebut, komunikasi yang efektif menjadi kunci utama.

“Tentunya kami ingin terus belajar dan meningkatkan diri. Jadi komunikasi perlu dibangun agar tidak ada jeda,” jelasnya.

Baca Juga : ASN Bekasi Diminta Berbahasa Inggris Sehari, DPRD: Jangan Sampai Cuma Gimmick

Meski pihak perusahaan menyediakan penerjemah, Tri menilai ASN tetap perlu mampu menyampaikan ide dan gagasan secara langsung tanpa bergantung sepenuhnya pada pihak lain.

“Kami harus menelaah, meresap, dan menyampaikan ide gagasan sehingga harapan bersama bisa tercapai,” ucapnya.

Lebih jauh, ia menyebut penguasaan bahasa asing juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menarik investasi ke Kota Bekasi.

“Kami tidak pernah berhenti belajar agar mampu menarik investasi. Walaupun ini bukan satu-satunya faktor, tapi ini menjadi pendorong,” katanya.

Sejak 2023, Pemkot Bekasi disebut telah menyiapkan sekitar 500 pegawai bertalenta dengan wawasan global. Upaya tersebut akan terus diperkuat melalui program pelatihan bahasa Inggris secara terstruktur.

Dalam waktu dekat, Pemkot Bekasi akan melakukan pre-test kemampuan bahasa Inggris terhadap kepala dinas, sekretaris, hingga staf yang memiliki dasar kemampuan.

Baca Juga : Menuju UHC Prioritas, Akses Layanan Kesehatan Warga Kabupaten Bekasi Dipastikan Lebih Cepat

Pelatihan tersebut direncanakan berlangsung selama empat bulan dengan melibatkan sedikitnya 12 perguruan tinggi di Kota Bekasi.

“Sudah terdaftar hampir 12 universitas yang siap melatih ASN kita agar belajar lebih baik lagi,” ungkap Tri.

Hasil pelatihan nantinya akan dievaluasi dengan membandingkan kemampuan sebelum dan sesudah mengikuti program. Bahkan, ke depan kemampuan bahasa Inggris akan menjadi salah satu indikator dalam penilaian jabatan ASN.

Program ini juga akan diperluas secara bertahap hingga ke level eselon yang lebih rendah.

Tri berharap langkah tersebut tidak hanya berdampak pada ASN, tetapi juga mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memiliki wawasan global.

“Yang paling penting adalah kita mempersiapkan diri, anak-anak kita, dan ASN agar berwawasan global,” tandasnya.***