BEKASI.POJOKSATU.id -  Perkembangan terbaru terungkap dalam penyelidikan kecelakaan maut di kawasan Stasiun Bekasi Timur. Polisi menemukan fakta bahwa pengemudi taksi listrik yang diduga menjadi pemicu awal insiden tersebut ternyata baru mulai bekerja beberapa hari sebelum kejadian.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan sopir berinisial RRP diketahui mulai bekerja pada 25 April 2026, atau hanya selang beberapa hari sebelum peristiwa terjadi.

“Berdasarkan keterangan yang kami peroleh, yang bersangkutan baru bekerja sejak 25 April 2026,” ujarnya, Jumat, 1 Mei 2026.

Baca Juga: Kasus Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek Naik ke Tahap Penyidikan, Polisi Periksa 24 Saksi

Selain itu, RRP juga hanya menjalani pelatihan singkat sebelum bertugas di lapangan. Pelatihan tersebut bahkan hanya berlangsung selama satu hari dengan materi yang masih bersifat dasar, seperti pengoperasian kendaraan.

“Materinya masih sebatas pengenalan, seperti menyalakan dan mematikan mobil hingga penggunaan lampu dan parkir,” tambahnya.

Saat ini, penyidik masih mendalami sejauh mana kesiapan sopir tersebut serta kemungkinan adanya kelalaian dalam proses rekrutmen dan pelatihan.

RRP sendiri telah menjalani pemeriksaan di Polres Metro Bekasi Kota pada 28 hingga 29 April 2026 guna mengungkap kronologi lengkap kejadian.

Baca Juga: KAI Commuter Imbau Korban Cek Lost and Found, Puluhan Barang Pasca Kecelakaan Belum Diklaim

Diketahui, kecelakaan bermula ketika sebuah taksi listrik dilaporkan mogok di perlintasan sebidang JPL 85 (Ampera), dekat Stasiun Bekasi Timur, pada 27 April 2026. Kendaraan yang berada di atas rel itu kemudian tertabrak KRL Commuter Line yang melintas.

Benturan tersebut diduga memicu gangguan pada sistem persinyalan, yang kemudian berujung pada tabrakan lanjutan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek.

Insiden beruntun ini menyebabkan korban jiwa mencapai 16 orang. Hingga kini, kepolisian masih terus mengumpulkan bukti dan keterangan untuk memastikan penyebab utama serta pihak yang bertanggung jawab dalam tragedi tersebut.***