BEKASI.POJOKSATU.id – Pemerintah bakal membangun flyover dan underpass di 76 perlintasan sebidang kereta api yang tersebar di Pulau Jawa dan sebagian wilayah Sumatra.
Langkah ini dilakukan menyusul kecelakaan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di kawasan Stasiun Bekasi Timur beberapa waktu lalu.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengatakan pemerintah bergerak cepat mengevaluasi sejumlah titik perlintasan kereta yang dinilai berbahaya dan rawan memicu kecelakaan.
“Tentu tadi ada kami laporkan perkembangan dan langkah-langkah taktis solusi yang harus segera diambil dan telah dilakukan sebetulnya, pasca terjadinya kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur,” kata AHY, Rabu 13 Mei 2026.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur akan dilakukan dalam berbagai bentuk, mulai dari pemasangan palang pintu otomatis hingga pembangunan flyover dan underpass di lokasi dengan tingkat risiko tinggi.
“Memang butuh segera dilakukan pembangunan, apakah itu palang pintu kereta maupun flyover atau underpass,” ujarnya.
Tak hanya melakukan pembangunan, pemerintah juga berencana menutup sejumlah perlintasan sebidang yang dinilai membahayakan pengguna jalan maupun perjalanan kereta api.
Baca Juga : Sopir Mobil MBG Maut Diperiksa Polisi Gara-Gara Insiden di Perumnas 3
Selain itu, modernisasi sistem persinyalan dan peningkatan keamanan transportasi kereta juga menjadi fokus pemerintah dalam waktu dekat.
AHY menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam pengembangan transportasi publik nasional.
“Jadi semangatnya adalah untuk transportasi publik, keselamatan kita utamakan, dan pada akhirnya konektivitas antarwilayah juga bisa menghadirkan pertumbuhan dan peluang ekonomi lainnya,” jelasnya.
Baca Juga : Pedagang Tahu Goreng yang Ditabrak Mobil MBG Tinggalkan Istri dan Anak Balita
Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo Subianto juga disebut memberi perhatian besar terhadap pengembangan jaringan kereta api nasional di berbagai wilayah Indonesia.
Pengembangan itu meliputi jalur Trans Sumatra, Trans Kalimantan hingga jaringan kereta di Sulawesi yang diproyeksikan mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik nasional.
“Ini sebagai bentuk dari upaya memeratakan pembangunan di seluruh wilayah, karena kereta bukan hanya untuk masyarakat tapi juga untuk angkut logistik atau komoditas di sejumlah daerah,” tandas AHY.***




