BEKASI.POJOKSATU.id - Ketua Kloter JK 19, Muhammad Ibnu, menyampaikan permohonan maaf terkait polemik spanduk di salah satu tenda jamaah haji yang menampilkan foto Wali Kota Bekasi dan sempat viral di media sosial.
Dalam keterangannya, Ibnu menegaskan bahwa pemasangan spanduk tersebut murni merupakan inisiatif dari pihak kloter sebagai penanda lokasi tenda, bukan untuk tujuan lain.
“Saya, Ketua Kloter JKS 19, menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada Bapak Wali Kota Bekasi yang sempat viral karena video spanduk kloter kami beredar,” ujarnya dalam sebuah video, Senin, 25 Mei 2026.
Ia menjelaskan bahwa keberadaan spanduk tersebut bertujuan memudahkan jamaah dalam mengenali dan menemukan tenda mereka, terutama saat berada di Mina yang memiliki banyak lokasi serupa.
Baca Juga: Resepsi Pernikahan di Bekasi Gagal Digelar, Pasangan Pengantin Diduga Jadi Korban WO Menghilang
Menurutnya, pencantuman foto Wali Kota Bekasi dalam spanduk tersebut juga tidak memiliki maksud khusus selain sebagai bentuk penghormatan kepada kepala daerah asal jamaah.
“Adapun foto Wali Kota yang kami cantumkan di spanduk kami itu semata-mata sebagai bentuk penghormatan kepada beliau, karena kami membawa jamaah dari Kota Bekasi,” jelasnya.
Ibnu menegaskan bahwa spanduk tersebut tidak dimaksudkan untuk menunjukkan adanya fasilitas khusus bagi Wali Kota Bekasi di tenda tersebut.
“Bukan menunjukkan bahwa tenda tersebut dikhususkan untuk Bapak Wali Kota,” tegasnya.
Baca Juga: Penutupan Perlintasan Kereta Ilegal di Jalan Pangeran Jayakarta Bekasi Ditunda
Ia kembali menekankan bahwa seluruh tindakan tersebut dilakukan semata-mata untuk membantu jamaah agar tidak tersesat dan lebih mudah mengenali lokasi tenda mereka.
Di akhir pernyataannya, Ibnu berharap masyarakat dapat memahami situasi yang sebenarnya dan tidak terjadi kesalahpahaman lebih lanjut.
“Saya berharap ini semua bisa dipahami oleh semua pihak,” pungkasnya.***




