BEKASI.POJOKSATU.id – Penataan kawasan Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bekasi, masih terkendala belum optimalnya relokasi pedagang kaki lima (PKL) ke Blok II Pasar Baru Bekasi.

Sebagian pedagang memilih bertahan di bahu jalan dan trotoar karena khawatir kehilangan pelanggan jika berjualan di dalam pasar.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi sebenarnya telah menyiapkan kios secara gratis bagi para pedagang. Namun, kekhawatiran terhadap potensi penurunan omzet masih menjadi alasan utama pedagang belum bersedia berpindah.

Kepala Bidang Pasar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Bekasi, Juhasan, mengatakan kekhawatiran tersebut merupakan persoalan yang kerap ditemui dalam proses penataan dan relokasi pasar.

"Ketakutan mereka itu kalau pindah ke dalam, pembelinya tidak ada. Padahal itu persoalan umum saat proses penataan pasar," kata Juhasan, Minggu (28/6/2026).

Menurut dia, relokasi PKL bukan semata-mata untuk menertibkan kawasan Jalan Juanda, tetapi juga bertujuan menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih tertata tanpa menghilangkan mata pencaharian para pedagang.

Pemkot Bekasi, lanjut Juhasan, telah menyiapkan pola penempatan pedagang berdasarkan jenis komoditas yang dijual.

Langkah tersebut diharapkan dapat memudahkan masyarakat saat berbelanja dan membentuk pusat perdagangan yang lebih terorganisasi.

"Silakan masuk ke Blok II. Tidak ada biaya sama sekali, tinggal masuk saja. Nanti penempatannya disesuaikan dengan jenis dagangan, seperti blok daging, sayuran, dan lainnya," ujarnya.

Baca Juga : Nobar Piala Dunia 2026 di Bekasi Tak Boleh Cuma Seru-seruan, DPRD Minta Ada Dampak Ekonomi

Selain menyediakan kios tanpa biaya, Disdagperin juga telah melakukan pembenahan fasilitas di Blok II Pasar Baru Bekasi.

Perbaikan mencakup pembersihan area basement, normalisasi saluran drainase, serta penambahan lampu penerangan di sejumlah titik.

"Kalau bicara kelayakan, semuanya sudah kami benahi. Saluran air diperbaiki, area basement dibersihkan, penerangan ditambah dengan lampu sorot di setiap sudut. Jadi fasilitasnya sudah kami siapkan semaksimal mungkin," ucap Juhasan.

Ia optimistis aktivitas perdagangan di dalam pasar akan tumbuh apabila seluruh pedagang bersedia berpindah secara bersama-sama. Menurutnya, pembeli akan mengikuti keberadaan pedagang selama kebutuhan mereka tetap tersedia.

"Jangan takut tidak laku. Kalau semua pedagang sudah masuk ke dalam, pembeli pasti akan mencari. Mereka datang memang untuk berbelanja. Kami berharap para pedagang bersama-sama mendukung penataan ini agar Jalan Juanda menjadi lebih tertib, bersih, dan nyaman," pungkasnya.***