BEKASI.POJOKSATU.id – Komisi IV DPRD Kota Bekasi meminta Dinas Kesehatan Kota Bekasi mengevaluasi menyeluruh pelayanan puskesmas. Desakan itu disampaikan setelah terjadinya kesalahan pemberian obat atau medication error di UPTD Puskesmas Rawa Tembaga.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Adelia, mengatakan kesalahan pemberian obat tidak boleh dianggap sepele.

Menurut Adelia, persoalan tersebut menyangkut keselamatan pasien dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan pemerintah.

“Ini merupakan hal teknis dan mendasar yang seharusnya dapat diselesaikan dengan baik melalui ketelitian sistem. Prosedurnya sederhana, lakukan komunikasi dua arah untuk memastikan kebutuhan masyarakat yang berobat, dan periksa kembali secara detail kondisi obat sebelum diserahkan kepada pasien,” ujar Adelia, Minggu, 5 Juli 2026.

Adelia menilai insiden tersebut menunjukkan perlunya perbaikan dalam sistem pelayanan di puskesmas.

Dia meminta Dinas Kesehatan memperkuat pengawasan internal, termasuk memastikan mekanisme pengecekan obat berjalan sesuai prosedur.

Selain itu, Komisi IV juga mendorong adanya stock opname obat secara berkala di seluruh puskesmas. Langkah itu dinilai penting untuk meminimalisir potensi kesalahan dalam pemberian obat kepada pasien.

Baca Juga : Polisi dan PLN Sita 12 Perangkat dari Lokasi Tambang Bitcoin Ilegal di Tambun

Menurut Adelia, puskesmas merupakan layanan kesehatan terdekat bagi masyarakat. Karena itu, fasilitas kesehatan tersebut harus mampu memberikan pelayanan yang aman, tertib, dan profesional.

Ia juga mengingatkan tenaga kesehatan agar tidak hanya mengedepankan aspek teknis dalam melayani pasien. Empati, kata dia, harus menjadi bagian penting dalam setiap proses pelayanan.

“Kami meminta seluruh jajaran pelayanan kesehatan untuk menempatkan empati sebagai prioritas utama. Kehadiran kami di sini adalah untuk bersama-sama mencari solusi terbaik. Jika dalam forum ini ada masukan atau kritikan yang dirasa tegas, hal itu semata-mata karena rasa kepedulian kami,” katanya.

Komisi IV DPRD Kota Bekasi memastikan akan menyampaikan rekomendasi resmi kepada Dinas Kesehatan Kota Bekasi. Rekomendasi itu akan berisi dorongan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Kami tidak ingin masyarakat mengalami dampak yang lebih berat akibat kelalaian pelayanan di masa mendatang. Karena itu, evaluasi harus segera dilakukan agar pelayanan kesehatan di Kota Bekasi benar-benar aman, bermutu, dan profesional,” ujar Adelia.***