BEKASI.POJOKSATU.id - Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bekasi membutuhkan waktu lebih dari satu jam untuk memadamkan kebakaran yang melanda lapak penyimpanan kayu palet di Desa Kedungwaringin, Kecamatan Kedungwaringin, Rabu, 15 Juli 2026.
Besarnya kobaran api membuat petugas harus mengerahkan delapan unit mobil pemadam kebakaran agar si jago merah tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Komandan Regu Pleton 3 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bekasi, Bohir, menjelaskan, pada awal penanganan pihaknya hanya mengirimkan empat unit armada ke lokasi kejadian.
Baca Juga: Plt Bupati Bekasi Buka TMMD ke-129, Percepat Pembangunan Desa Wibawamulya
Namun, karena api terus membesar dan sulit dikendalikan, bantuan tambahan dari sejumlah pos pemadam segera dikerahkan.
"Semula kami menerjunkan empat unit armada sebelum akhirnya meminta bantuan dari pos-pos lain akibat besarnya kobaran api," kata Bohir, Kamis, 16 Juli 2026.
Ia mengatakan material kayu palet yang mudah terbakar menyebabkan api dengan cepat menghanguskan bangunan semi permanen yang dijadikan tempat penyimpanan.
Untuk mempercepat proses pemadaman, armada tambahan didatangkan dari Pos Cikarang Selatan, Pos Pemkab Bekasi, serta mendapat dukungan dari TNI sehingga total delapan unit mobil pemadam diterjunkan.
"Tambahan armada pemadam kebakaran berasal dari Pos Cikarang Selatan, Pos Pemkab Bekasi, serta bantuan dari TNI sehingga total ada delapan unit yang diterjunkan ke lokasi," ujarnya.
Setelah berjibaku selama lebih dari satu jam, petugas akhirnya berhasil menguasai dan memadamkan kobaran api.
Selain meludeskan lapak penyimpanan kayu palet, kebakaran juga merusak beberapa rumah semi permanen milik warga di sekitar lokasi. Hingga kini, jumlah bangunan yang terdampak masih didata oleh petugas.
Baca Juga: Kebakaran Hebat di Kedungwaringin Bekasi, Rumah, Mobil, dan Lapak Kayu Ludes Terbakar
"Jumlah bangunan terdampak masih dalam proses pendataan," ucap Bohir.
Meski api telah padam, sejumlah armada tetap disiagakan untuk melakukan proses pendinginan di titik-titik yang masih berpotensi menyimpan bara api guna mencegah kebakaran kembali terjadi.
Bohir mengungkapkan, proses penanganan sempat terkendala kondisi lalu lintas di Jalur Pantura yang padat. Kemacetan di kedua arah serta banyaknya warga dan pengendara yang berhenti untuk menyaksikan kebakaran membuat mobilitas armada pemadam menjadi terhambat.
"Kepadatan kendaraan terjadi di kedua arah saat insiden kebakaran. Ditambah masyarakat dan pengendara yang ingin melihat dari dekat. Namun, saat ini arus lalu lintas sudah berangsur normal," katanya.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Sementara itu, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam peristiwa tersebut.
"Untuk sementara, tidak ada laporan korban jiwa. Sedang ditangani polisi," tutup Bohir.***




