BEKASI.POJOKSATU.id – Pemerintah Kota Bekasi mempercepat pematangan lahan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL). Langkah itu dilakukan untuk mengejar target groundbreaking pada 4 Agustus 2026.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan pematangan lahan menjadi pekerjaan utama yang harus segera diselesaikan sebelum proyek memasuki tahap konstruksi.
“Hari ini tinggal proses. Kemarin yang kurang adalah pematangan lahan. Sekarang mudah-mudahan hari ini akan ditetapkan pematangan tahap kedua yang nilainya kurang lebih Rp25 miliar,” kata Tri, Selasa, 28 Juli 2026.
Setelah penetapan dilakukan, pekerjaan fisik di lapangan ditargetkan langsung berjalan. Pemerintah Kota Bekasi berharap agenda peletakan batu pertama tidak kembali mengalami perubahan.
“Besok mudah-mudahan sudah bisa dilakukan pekerjaan di lapangan. Sehingga target mudah-mudahan tanggal 4 Agustus tidak bergeser lagi terkait groundbreaking yang sudah direncanakan,” ujar dia.
Tri belum dapat memastikan apakah Presiden Prabowo Subianto akan menghadiri agenda tersebut. Kepastian masih menunggu hasil rapat final dengan pemerintah pusat.
“Saya tidak tahu, karena hari ini masih rapat lagi. Rapat finalnya nanti siang jam 16.00 di Menko,” ucap Tri.
PSEL Bekasi disiapkan sebagai salah satu solusi penanganan sampah perkotaan. Fasilitas itu akan mengolah sampah menjadi energi listrik sekaligus mengurangi beban tempat pemrosesan akhir.
Pemerintah Kota Bekasi berharap proyek tersebut dapat mendorong sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, mengurangi penumpukan limbah, serta mendukung penyediaan energi yang lebih ramah lingkungan.***




