BEKASI.POJOKSATU.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi mengungkap adanya indikasi pencemaran di aliran Kali Cileungsi setelah menindaklanjuti laporan masyarakat yang sebelumnya diberitakan media daring pada 19 Juli 2026.
Melalui Tim Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH), Pasukan Katak, dan UPTD Laboratorium, DLH melakukan penelusuran, pemantauan, serta pengambilan sampel air di Kali Cileungsi pada 20 Juli 2026 dan Kali Bekasi pada 22 Juli 2026. Pemantauan lanjutan juga dilakukan pada 27 dan 30 Juli 2026 untuk menelusuri sebaran dugaan pencemaran.
Dari hasil pengecekan lapangan, air di titik pemantauan dekat Cluster Richmond, Kota Wisata, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, tampak berwarna hitam dan mengeluarkan bau menyengat. Kondisi tersebut mengindikasikan penurunan kualitas air.
Baca Juga: Keluarga Korban Kawal Sidang Perdana Dugaan Pengeroyokan, Tuntut Keadilan bagi Pendi
Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih, mengatakan hasil pengujian laboratorium menunjukkan sejumlah parameter kualitas air telah melebihi ambang baku mutu, di antaranya Total Suspended Solids (TSS), Biochemical Oxygen Demand (BOD), Dissolved Oxygen (DO), Nikel Terlarut, Seng Terlarut, Tembaga Terlarut, serta Fecal Coliform.
"Kondisi tersebut menunjukkan adanya pencemaran yang berpotensi memengaruhi kualitas air di sepanjang aliran sungai," kata dia dalam keterangannya, Rabu, 5 Agustus 2026.
DLH Kota Bekasi menegaskan akan terus memantau kondisi kualitas air secara berkala sekaligus menyampaikan perkembangan penanganan kepada masyarakat sebagai bentuk transparansi.***




