BEKASI.POJOKSATU.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi terus berupaya menghidupkan kembali Pasar Baru Bekasi sebagai pusat denyut ekonomi warga. Usai merampungkan penataan kawasan, Pemkot Bekasi meluncurkan program Gerakan Belanja Ramai-Ramai ke Pasar Rakyat (Gebrak Pasar) dengan mengerahkan jajaran pejabat serta Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk berbelanja kebutuhan pokok secara langsung di lokasi.

Rangkaian kegiatan perdana yang digelar pada Jumat pagi tersebut diawali dengan agenda senam bersama di area parkir Pasar Baru. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, didampingi sang istri, Wiwiek Hargono, turun langsung memborong berbagai komoditas seperti beras, sayur-mayur, hingga lauk-pauk dari para pedagang lokal.

Tri Adhianto menegaskan bahwa pasar rakyat memiliki keunikan serta keunggulan tersendiri yang tidak dimiliki ritel modern, terutama interaksi sosial dan fleksibilitas harga melalui proses tawar-menawar.

Baca Juga: Program Belanja Rame-Rame, ASN Pemkot Bekasi Serbu Pasar Baru

“Pasar ini menjadi satu tempat yang demokratis, tempat masyarakat bersilaturahmi sekaligus melatih kemampuan bernegosiasi melalui aktivitas tawar-menawar,” ujar Tri.

Tri mencontohkan, efisiensi harga di pasar tradisional sangat menguntungkan konsumen. Komoditas yang di tempat perbelanjaan modern dapat menyentuh harga Rp300 ribu, kerap dijumpai di pasar rakyat dengan rentang harga Rp135 ribu.

Oleh karena itu, Pemkot Bekasi mengarahkan kegiatan olahraga Friday Morning ASN agar disambungkan dengan program Gebrak Pasar secara rutin setiap bulannya.

Kebijakan bergilir antar-pasar rakyat ini diharapkan mampu mendorong perputaran uang di tingkat pedagang kecil sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas hasil penataan pasar, termasuk area rooftop Pasar Baru.***