BEKASI.POJOKSATU.id — First Frozen Kingdom menggelar lomba line dance di atas salju yang diklaim sebagai kegiatan pertama di Indonesia dengan konsep serupa.

Perlombaan tersebut menghadirkan tantangan berbeda bagi peserta karena harus menari di tengah suhu yang mencapai minus 10 derajat Celsius serta menyesuaikan diri dengan permukaan yang terkadang licin.

Pemilik First Frozen Kingdom Dieng, Kartika Sari, mengatakan kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari peserta maupun masyarakat.

“Perlombaan line dance kali ini 100 persen sukses. Animo masyarakat dan peserta benar-benar sangat antusias,” kata Kartika Sari.

Ia mengatakan konsep perlombaan tersebut sengaja dibuat untuk memberikan pengalaman dan tantangan baru bagi para peserta line dance.

“Biasanya lomba line dance digelar di dalam maupun luar ruangan dengan suhu yang normal. Saya kemudian berpikir, bagaimana kalau line dance dilakukan di atas salju?” ujarnya.

Menurut Kartika, peserta harus mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang berbeda dari lokasi perlombaan line dance pada umumnya.

“Dengan suhu yang cukup dingin, peserta lomba harus bisa menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut. Itu yang menjadi tantangannya,” katanya.

Perlombaan tersebut diikuti sekitar 13 peserta dengan jumlah pengikut dan suporter yang hadir mencapai sekitar 200 orang.

Kartika menyebut lomba line dance di atas salju tersebut merupakan yang pertama di Indonesia.

“Ini pertama kali di Indonesia, bukan hanya di Bekasi. Karena di Indonesia tidak ada suhu dingin seperti ini,” ujarnya.

First Frozen Kingdom menghadirkan suhu hingga minus 10 derajat Celsius sehingga pengunjung dapat merasakan suasana bersalju tanpa harus bepergian ke luar negeri.

“Kalau ingin mendapatkan suhu sampai minus, biasanya harus ke luar negeri. Tetapi di Indonesia tidak perlu jauh-jauh. Langsung saja ke First Frozen Kingdom,” kata Kartika.

Baca Juga : Wali Kota Dorong Pasar Rakyat Bekasi untuk Perkuat Ekonomi dan Daya Beli Masyarakat

Dalam perlombaan tersebut, peserta dibagi dalam dua kategori, yakni beginner dan intermediate. Kategori beginner diperuntukkan bagi peserta yang masih baru mengikuti line dance, sedangkan kategori intermediate ditujukan bagi peserta yang telah lebih menguasai keterampilan dan teknik line dance.

Masing-masing kategori memperebutkan juara pertama, kedua, dan ketiga dengan hadiah berupa uang tunai.

Salah satu juri, Rian, mengatakan peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama mengikuti perlombaan.

“Sebenarnya antusias dari para line dancer sendiri sudah oke. Tinggal kalau untuk lomba, lebih diperhatikan lagi step-step-nya, kostumnya, kekompakannya,” kata Rian.

Ia mengatakan kondisi lokasi menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi peserta karena berbeda dengan tempat latihan pada umumnya.

“Untuk kesulitannya, mereka harus beradaptasi dengan udara atau suhunya, sama langkahnya juga, karena kan kadang agak licin,” ujarnya.

Meski demikian, Rian menilai peserta mampu menunjukkan semangat selama perlombaan.

Baca Juga : Derbi Melayu, Semen Padang FC Bertekad Patahkan Tren Positif PSPS

“Kalau untuk semangatnya luar biasa. Tapi kalau kekompakan, kembali lagi sama latihan mereka. Namun, semuanya pokoknya keren-keren,” katanya.

Rian berharap kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan dan First Frozen Kingdom menjadi salah satu alternatif lokasi untuk penyelenggaraan lomba line dance.

“Semoga memang bisa lebih berkembang lagi untuk para pesertanya. Tempat ini juga mungkin bisa menjadi pilihan untuk lain kali dijadikan tempat lomba, karena memang tantangannya lebih berat,” ujarnya.

Sementara itu, Kartika membuka kemungkinan perlombaan serupa kembali digelar dengan persiapan yang lebih matang.

“Kemungkinan besar akan kami adakan kembali dengan persiapan yang lebih matang, karena kali ini persiapannya hanya sekitar satu bulan,” pungkasnya.***