BEKASI.POJOKSATU.id - Insiden penyiraman air keras di Kota Bekasi terjadi 2 kali dalam kurun waktu yang berdekatan.
Aksi penyiraman air keras pertama terjadi di Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medansatria, Kota Bekasim pada 30 November 2024.
VO disiram air keras oleh orang tidak dikenal (OTK) saat dalam perjalanan berangkat kerja pukul 07.00 WIB.
Pelaku menggunakan atribut ojek online GoJek. Dia langsung kabur usai menyiram korban. Warga setempat berusaha mengejar namun tidak berhasil.
Baca Juga: Aneh, Pelaku Penyiraman Air Keras Minta Korban Cabut Laporan Polisi
Hingga berita ini diturunkan, 20 Desember 2024, polisi belum dapat menemukan pelaku. Motif penyiraman air keras belum dapat diketahui.
Akan tetapi, korban sudah beberapa kali menerima teror sebelum penyiraman air keras terjadi.
Kemudian aksi penyiraman air keras kedua kali terjadi pada 7 Desember 2024 di Jalan Raya Perjuangan, Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara.
Korban adalah seorang wanita bernama Farah Rizka Husnul yang merupakan warga setempat.
Baca Juga: Polres Metro Bekasi Kota Musnahkan Sabu-Sabu Seberat 1 Kilogram Lebih
Motif penyiraman air keras tersebut sudah jelas sejak awal, yaitu cinta segitiga. Dan pelaku pun sudah diketahui oleh polisi berdasarkan penuturan korban.
Pelaku penyiraman air keras terhadap Farah bernama Arjuhan Rosetiyoni (25 tahun) yang cemburu kepada korban karena pria idaman lain (PIL).
Pelaku membeli air keras di lokapasar (marketplace) dan memang merencakan aksinya tersebut.
Insiden penyiraman air keras yang terjadi belakangan ini mengindikasikan mudahnya pelaku mendapatkan air keras tersebut di lokapasar dengan mulai dari belasan ribu per liter.***




