BEKASI.POJOKSATU.id - Iming-iming keberangkatan haji tanpa antre panjang justru membawa petaka bagi sejumlah warga di Kota Bekasi. Sebanyak 20 orang dilaporkan menjadi korban penipuan terkait kuota haji tahun 2026.

Kasus ini terungkap setelah Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kota Bekasi menerima laporan dari para korban dalam beberapa waktu terakhir.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kota Bekasi, Rian Fauzi, mengungkapkan bahwa para korban umumnya tergiur tawaran percepatan keberangkatan haji yang dijanjikan pelaku.

Baca Juga: Tak Berubah! Data 41 KK Korban Ledakan SPBE Cimuning Dinyatakan Valid Setelah Verifikasi Ulang

“Korban rata-rata dijanjikan dapat dipermudah dan dipercepat keberangkatannya,” ujarnya, Senin, 13 April 2026.

Ia menjelaskan, pelaku menjalankan aksinya dengan menghubungi calon korban melalui aplikasi WhatsApp. Dalam komunikasi tersebut, korban diminta memperbarui data KTP elektronik sebagai bagian dari persyaratan administrasi.

“Modusnya melalui WhatsApp, korban diminta update data KTP elektronik,” jelasnya.

Dari total korban, sebagian besar belum mengalami kerugian finansial. Namun, satu pasangan suami istri harus menanggung kerugian besar hingga ratusan juta rupiah.

“Alhamdulillah sebagian besar belum ada kerugian material. Tapi ada satu pasutri yang mengalami kerugian hingga Rp600 juta,” ungkapnya.

Baca Juga: Tergiur Haji Cepat, Pasutri Pedagang Pecel Lele di Bekasi Tertipu Hingga Rp600 Juta

Pasangan tersebut diketahui berasal dari Kelurahan Durenjaya, Kecamatan Bekasi Timur, dan berprofesi sebagai pedagang pecel lele.

Uang yang hilang merupakan hasil tabungan mereka selama kurang lebih dua dekade untuk mewujudkan impian berhaji.

“Korban menabung selama 20 tahun, tapi karena tertipu akhirnya uang Rp600 juta hilang,” katanya.

Rian menegaskan bahwa tidak ada penambahan kuota haji untuk tahun 2026 di wilayah Kota Bekasi.

Baca Juga: Dishub Bekasi Rencana Pasang Portal Pembatas Kendaraan Besar di 3 Ruas Jalan Ini, Warga Diajak Beri Masukan

Ia pun mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran berangkat haji secara instan.

“Tidak ada penambahan kuota haji. Kalau ada yang menjanjikan berangkat cepat, itu patut dicurigai,” tegasnya.***