BEKASI.POJOKSATU.id – Puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi akan terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026. Lonjakan volume kendaraan pun diperkirakan mencapai lebih dari 285 ribu kendaraan yang akan kembali menuju wilayah Jabodetabek melalui jalan tol.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan puncak arus mudik yang terjadi pada 18 Maret 2026 lalu, dengan jumlah kendaraan tercatat sebanyak 270.315 unit.
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, mengungkapkan, bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi guna menghadapi lonjakan arus balik tersebut.
“Kami memohon dan meminta kepada seluruh masyarakat yang hendak melakukan perjalanan kembali pulang, agar dapat memilih waktu kepulangan yang telah dianjurkan oleh pemerintah,” ujar Rivan dalam keterangannya, Senin 23 Maret 2026.
Ia menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam mengatur waktu perjalanan guna menghindari penumpukan kendaraan di waktu-waktu puncak.
Selain itu, Jasa Marga juga memberikan insentif berupa diskon tarif tol sebesar 30 persen pada periode arus balik selama dua hari, yakni pada 26 hingga 27 Maret 2026. Program ini berlaku di sembilan ruas tol Jasa Marga Group untuk perjalanan menerus.
Baca Juga : Pemudik Tujuan Bekasi Diminta Waspada, Ini Jadwal Puncak Arus Balik 2026
“Tujuannya sama dengan yang dianjurkan oleh Bapak Menhub dan Bapak Kakorlantas Polri, yakni agar distribusi volume lalu lintas arus balik dapat terkendali dan memberikan perjalanan yang lebih nyaman kepada masyarakat,” jelasnya.
Untuk memastikan kelancaran arus balik, Jasa Marga memperkuat layanan di sejumlah ruas tol utama. Langkah tersebut meliputi optimalisasi operasional gardu tol, penambahan armada layanan jalan tol, hingga pengaturan lalu lintas secara situasional di lapangan.
Tak hanya itu, kesiapsiagaan petugas juga ditingkatkan selama 24 jam penuh guna mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi selama periode arus balik.
Baca Juga : Pemkot Bekasi Siapkan Rekayasa Lalin hingga Penutupan Jalan Hadapi Arus Balik Lebaran
Di sisi lain, optimalisasi teknologi juga terus dilakukan melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC). Sistem ini memungkinkan pemantauan kondisi lalu lintas secara real time sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.
Informasi lalu lintas juga disebarluaskan melalui berbagai kanal, seperti aplikasi Travoy, Call Center 133, hingga Radio Travoy FM. Hal ini diharapkan dapat membantu pengguna jalan dalam merencanakan perjalanan dengan lebih baik.
Dengan berbagai upaya tersebut, Jasa Marga berharap arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat, khususnya yang kembali menuju wilayah Bekasi dan sekitarnya.***




