BEKASI.POJOKSATU.id - Tiga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bekasi mengaku mengalami dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh seorang atasan mereka.

Salah satu korban berinisial S menuturkan bahwa peristiwa tersebut bermula saat dirinya dipanggil ke ruangan atasannya yang diketahui menjabat sebagai Kepala Satpol PP Kota Bekasi. Ketika berada di ruangan tersebut, ia mengaku diminta memijat atasannya dengan alasan sedang mengalami kelelahan dan badan terasa pegal.

"Saat itu saya dipanggil ke ruangannya, kemudian dia meminta saya untuk memijat dengan alasannya badannya pegal-pegal," ujar S kepada wartawan, Kamis, 25 Juni 2026.

Tak hanya itu, S mengaku menerima permintaan lain yang menurutnya tidak pantas disampaikan seorang pimpinan kepada bawahannya. Ia menyebut atasannya sempat memintanya mencarikan teman untuk melakukan perbuatan yang dinilai tidak senonoh.

Baca Juga: DPRD Kota Bekasi Gandeng UNISMA Perkuat Kebijakan Publik Berbasis Kajian Ilmiah

"Dia meminta tolong ke saya untuk mencarikan teman, terus dia bilang tenang kok saya mah enggak bangun, saya kena gula," katanya.

Mendengar ucapan tersebut, S mengaku merasa tidak nyaman dan memutuskan meninggalkan ruangan atasannya. Ia menilai perkataan tersebut tidak seharusnya disampaikan oleh seorang pejabat kepada pegawai perempuan yang berada di bawah koordinasinya.

"Omongan seperti itu sebagai atasan dan juga pemimpin pantas enggak ngomong ke bawahannya, apalagi saya seorang perempuan," ujarnya.

Selain dugaan permintaan yang tidak pantas, S juga mengaku kerap menerima ucapan maupun isyarat yang mengarah pada tindakan asusila. Menurutnya, pengalaman serupa tidak hanya dialami dirinya, tetapi juga dua rekan kerja lain yang sama-sama berstatus PPPK di lingkungan Satpol PP Kota Bekasi.

Ia mengungkapkan salah satu rekannya bahkan disebut kerap menerima panggilan video dari terduga pelaku di luar jam kerja.

Baca Juga: Demo di Bekasi Timur, Massa Usulkan Kenaikan Anggaran Bansos dan Pasar Murah Rutin

"Teman saya juga diperlakukan seperti itu, malah teman saya sampai di-video call sampai di luar jam kerja," tuturnya.

Hingga informasi ini disampaikan, pihak Kepala Satpol PP Kota Bekasi belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan yang disampaikan oleh ketiga PPPK tersebut. Pemerintah Kota Bekasi maupun instansi terkait juga belum mengeluarkan keterangan mengenai tindak lanjut atas pengakuan para korban.***